close

Keberagaman Suku, Agama, Ras dan Antargolongan dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika – PPKN Kelas 7

Kamu harus tau bahwa indonesia terdiri banyak pulau, hal itu juga menyebabkan kebudayaan Indonesia menjadi beragam dan memiliki banyaj perbedaan baik bahasa suku, budaya. Maka dari itu kamu harus toleransi dan menghargai kebudayaan lain.

Kamu juga dapat melihat Semua Ringkasan Materi PPKN Kelas 7, disana kita sudah membagikan ringkasan mulai dari BAB 1,2,3,4,5, dan 6. Jangan lupa bagikan ke teman-temanmu juga ya.

A. Keberagaman dalam Masyarakat Indonesia

1. Faktor-faktor yang Menyebabkan Keragaman Masyarakat Indonesia

Beberapa faktor mempengaruhi keragaman masyarakat Indonesia, baik dari dalam maupun dari luar negeri. Faktor-faktor ini meliputi faktor alam, individu, dan sosial. Secara garis besar, keragaman masyarakat Indonesia disebabkan oleh hal-hal berikut ini.

a. Posisi geografis Indonesia yang strategis

Indonesia memiliki posisi geografis yang strategis, yaitu berada di antara dua samudera yaitu Pasifik dan Hindia, dan dua benua yaitu Asia dan Australia. Hal ini membuat wilayah kita menjadi jalur perdagangan dunia. Arus perdagangan tidak hanya membawa barang-barang dagang, tetapi juga pengaruh budaya mereka terhadap budaya Indonesia.

Orang-orang asing yang berbeda ras datang dan tinggal di Indonesia menyebabkan keanekaragaman ras, agama, dan bahasa.

b. Kondisi kepulauan Indonesia

Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri dari ribuan pulau yang terpisah secara fisik. Hal ini menyulitkan komunikasi antarmasyarakat dari pulau yang berlainan. Masing-masing masyarakat di pulau-pulau tersebut mengembangkan budaya mereka sendiri, sesuai dengan tingkat perkembangan dan lingkungan mereka. Hal ini menimbulkan perbedaan suku, bahasa, budaya, dan peran gender.

c. Keanekaragaman lingkungan alam

Lingkungan alam yang beragam seperti wilayah pesisir, pegunungan, daerah subur, padang rumput, pegunungan, dataran rendah, rawa, dan laut menyebabkan keanekaragaman masyarakat.

d. Perkembangan sarana transportasi dan komunikasi

Sarana transportasi dan komunikasi yang semakin maju juga berpengaruh terhadap keanekaragaman masyarakat Indonesia.

e. Sikap masyarakat terhadap perubahan

Masyarakat memiliki sikap yang berbeda-beda terhadap hal-hal baru yang berasal dari dalam atau luar masyarakat yang memengaruhi keanekaragaman masyarakat Indonesia.

2. Keberagaman Suku

Etnik atau suku bangsa adalah sebutan untuk sekelompok orang yang memiliki budaya yang sama dan merasa terikat oleh identitas budaya tersebut, menurut Koentjaraningrat.

Beberapa ciri yang membedakan antara etnik yang satu dengan yang lain, di antaranya adalah bahasa daerah, adat istiadat, sistem kekerabatan, kesenian daerah, dan asal daerah.

Indonesia memiliki keanekaragaman bangsa karena banyaknya etnik yang hidup di wilayah Indonesia dan tersebar di seluruh penjuru negeri. Setiap etnik memiliki karakteristik tersendiri, baik dalam aspek sosial maupun budaya.

Berdasarkan penelitian Badan Pusat Statistik tahun 2010, ada 1.128 etnik di Indonesia. Etnik-etnik di Indonesia memiliki berbagai macam perbedaan dan itulah yang menciptakan kekayaan Indonesia.

Beberapa contoh etnik di Indonesia berdasarkan daerah asalnya antara lain:

  • Pulau Sumatra ada etnik Aceh, Gayo Alas, Batak, Minangkabau, dan Melayu
  • Pulau Jawa ada etnik Jawa, Sunda, Badui, Samin
  • Kalimantan ada etnik Dayak
  • Sulawesi ada etnik Bugis, Manado, Gorontalo, Makasar. Di Maluku ada etnik Ambon, Sangir Talaud, Ternate.
  • Bali dan Nusa Tenggara ada etnik Bali, Lombok, Bima, dan Timor. 
  • Papua ada etnik Asmat dan Dani.

3. Keberagaman Agama dan Kepercayaan

Bangsa India yang sudah lama menjalin hubungan dagang dengan Indonesia membawa ajaran agama Hindu dan Budha. Kemudian, sekitar abad ke-13, pedagang dari Gujarat dan Parsi membawa ajaran agama Islam. 

Ajaran agama Kristen dan Katolik datang bersama dengan kedatangan bangsa Eropa, sementara pedagang dari Cina menganut agama Kong Hu Chu. Berbagai ajaran agama ini diterima oleh bangsa Indonesia karena masyarakat sebelumnya sudah mengenal kepercayaan seperti animisme dan dinamisme. 

Animisme adalah paham yang memuja roh atau arwah orang yang telah meninggal, sedangkan dinamisme adalah paham yang meyakini bahwa benda di sekitar manusia memiliki kekuatan magis.

4. Keberagaman Ras

Secara hakiki, Tuhan Yang Maha Esa menciptakan manusia dalam berbagai kelompok ras yang beraneka ragam. Ras adalah istilah yang berasal dari Bahasa Inggris, race. Menurut Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, ras adalah kategori bangsa berdasarkan karakteristik fisik dan garis keturunan.

Indonesia adalah negara yang memiliki keragaman ras. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor seperti kedatangan bangsa asing ke wilayah Indonesia, sejarah penyebaran ras di dunia, serta posisi dan kondisi geografis wilayah Indonesia. Beberapa ras yang terdapat dalam masyarakat Indonesia antara lain sebagai berikut.

  • Ras Malayan-Mongoloid yang menempati daerah Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, dan Sulawesi.
  • Ras Melanesoid yang menghuni daerah Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur.
  • Ras Asiatic Mongoloid seperti orang Tionghoa, Jepang, dan Korea. Ras ini tersebar di seluruh Indonesia.
  • Ras Kaukasoid, yaitu orang India, Timur Tengah, Australia, Eropa dan Amerika.

5. Keberagaman Antargolongan

Keanekaragaman suku, agama, dan ras bukanlah satu-satunya hal yang membedakan manusia sebagai makhluk sosial, melainkan juga keanekaragaman bentuk masyarakat. Hal ini terlihat dari struktur masyarakat Indonesia yang memiliki dua karakteristik atau sudut pandang menurut Syarif Moeis (2008). Karakteristik pertama adalah secara horizontal yang ditunjukkan oleh adanya berbagai macam kelompok sosial yang didasarkan pada perbedaan etnis, agama, budaya, dan wilayah. Karakteristik kedua adalah secara vertikal yang ditunjukkan oleh adanya perbedaan antara lapisan atas dan lapisan bawah yang sangat mencolok.

Dalam ilmu sosiologi, fenomena adanya lapisan-lapisan dalam masyarakat disebut dengan “Stratifikasi Sosial” atau kelas sosial. Fenomena ini mengakibatkan pembentukan kelas-kelas yang berjenjang. Contohnya adalah kelas atas, kelas menengah, dan kelas bawah yang dibedakan oleh adanya ketimpangan dalam pembagian hak dan kewajiban antara individu dan kelompok dalam suatu sistem sosial.

Selain dari sudut pandang lapisan masyarakat atau kelas sosial, keanekaragaman masyarakat juga ditandai oleh adanya pemisahan dalam bentuk kelompok-kelompok yang memiliki budaya yang berlainan satu dengan yang lain. Kelompok-kelompok ini bisa berbentuk kelompok sosial dan organisasi kemasyarakatan. 

B. Arti Penting Memahami Keberagaman dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika

Keberagaman yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia memiliki sisi positif dan sisi negatif bagi diri kita, masyarakat, bangsa dan negara. Sisi positif memberikan kontribusi bagi kemajuan dan perkembangan, sementara sisi negatif menimbulkan keretakan bahkan kehancuran bangsa dan negara.

Bagi bangsa Indonesia keberagaman etnis, budaya, agama, ras dan antargolongan merupakan kekayaan bangsa yang sangat berharga. Meskipun berbeda-beda etnis, adat istiadat, ras, dan agama kita tetap bersatu dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan untuk mewujudkan cita-cita negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

Bhinneka Tunggal Ika adalah motto atau semboyan bangsa Indonesia. Suhandi Sigit, menyatakan ungkapan Bhinneka Tunggal Ika dapat ditemukan dalam Kitab Sutasoma yang ditulis oleh Mpu Tantular pada abad XIV di masa Kerajaan Majapahit. 

Dalam kitab tersebut Mpu Tantular menulis ”Rwaneka dhatu winuwus Buddha Wiswa, Bhinnêki rakwa ring apan kena parwanosen, Mangka ng Jinatwa kalawan Siwatatwa tunggal, Bhinnêka tunggal ika tan hana dharma mangrwa” (Bahwa agama Buddha dan Siwa (Hindu) merupakan zat yang berbeda, tetapi nilai-nilai kebenaran Jina (Buddha) dan Siwa adalah tunggal.

Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan yang terukir di lambang negara Indonesia, yaitu Garuda Pancasila. Di pita yang dipegang oleh Garuda Pancasila tertulis Bhinneka Tunggal Ika. Ungkapan ini berasal dari bahasa Jawa Kuno yang berarti: Walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Bhinneka Tunggal Ika menggambarkan makna bahwa bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, adat, ras dan agama yang beragam namun tetap bersatu sebagai satu bangsa dan negara. Bhinneka Tunggal Ika diambil dari sebuah karya sastra Jawa Kuno yaitu kakawin Sutasoma, karya Mpu Tantular pada abad ke-14, pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk. Kakawin ini khusus karena mengajarkan toleransi antara umat Hindu Siwa dengan umat Buddha.

Bhinneka Tunggal Ika memiliki makna bahwa bangsa Indonesia yang memiliki keragaman suku, adat, ras dan agama namun tetap merupakan satu kesatuan, yaitu bangsa dan negara Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan negara Indonesia sebagai landasan untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan Indonesia, dimana kita harus mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari seperti hidup saling menghormati antara masyarakat yang satu dengan yang lainnya tanpa membedakan suku, agama, bahasa, adat, warna kulit, dan lain-lain. 

Bhinneka Tunggal Ika berasal dari kutipan dari sebuah kakawin Jawa Kuno yaitu kakawin Sutasoma, karangan Mpu Tantular sekitar abad ke-14, di bawah pemerintahan Raja Rājasanagara, yang juga dikenal sebagai Hayam Wuruk. Kakawin ini istimewa karena mengajarkan toleransi antara umat Hindu Siwa dengan umat Buddha.

Materi PDF

Kamu juga dapat mempelajari dan menyimpan rangkuman ini dalam bentuk pdf, silakan di download melalui link dibawah ini ya

Link download Ringkasan Materi PPKN Kelas 7 – Keberagaman Suku, Agama, Ras dan Antargolongan dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika (DISINI)

Dapatkan update rangkuman materi sekolah gratis dari Kampusimpian.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kumpulan Rangkuman Materi Sekolah”, caranya klik link https://t.me/rangkumankeren, kemudian join. Kamu harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Show More
Back to top button