Info Terkini: Simulasi CBT UTBK SNBT & Ujian Mandiri Gratis di Kampus Impian   Mulai →

Kelogisan Hubungan dalam Teks

Iklan

A Pengertian Kelogisan dalam Teks

Apa Itu Kelogisan?

Kelogisan berasal dari kata "logis" yang berarti masuk akal atau sesuai dengan nalar. Dalam teks, kelogisan berarti hubungan antara satu kalimat dengan kalimat lain, atau satu paragraf dengan paragraf lain, harus saling berhubungan dan masuk akal.

Teks yang logis adalah teks yang tidak mengandung pertentangan dalam isi, alurnya jelas, dan kesimpulannya sesuai dengan penjelasan sebelumnya.

📌 Definisi:

Kelogisan hubungan dalam teks adalah kesesuaian atau kesinambungan antara satu bagian teks dengan bagian lainnya sehingga membentuk kesatuan makna yang masuk akal.

Contoh Sederhana:

✅ LOGIS

"Ani rajin belajar. Oleh karena itu, ia berhasil mendapat nilai tertinggi di kelas."

→ Sebab-akibat yang masuk akal

❌ TIDAK LOGIS

"Ani rajin belajar. Oleh karena itu, ia tidak lulus ujian."

→ Sebab-akibat bertentangan

B Ciri-Ciri Teks yang Logis

Sebuah teks dikatakan logis apabila memenuhi ciri-ciri berikut:

1

Koheren (Berkesinambungan)

Antar-kalimat dan antar-paragraf saling berhubungan dan mendukung satu sama lain.

2

Konsisten (Tidak Bertentangan)

Tidak ada pernyataan yang saling bertentangan satu sama lain dalam teks.

3

Runtut (Berurutan)

Urutan penyampaian ide atau peristiwa tersusun dengan jelas dan tidak melompat-lompat.

4

Sebab-Akibat yang Tepat

Hubungan sebab dan akibat yang disampaikan masuk akal dan sesuai kenyataan.

5

Simpulan Sesuai Isi

Kesimpulan yang dibuat sesuai dengan penjelasan yang sudah dipaparkan sebelumnya.

C Jenis-Jenis Hubungan Logis

Dalam teks, terdapat berbagai jenis hubungan logis yang menghubungkan antar-kalimat:

1

Hubungan Sebab-Akibat

Satu kalimat menjadi penyebab kalimat lain

"Hujan deras turun sepanjang malam. Akibatnya, banyak jalan yang tergenang banjir."

2

Hubungan Pertentangan

Dua kalimat yang berlawanan atau kontras

"Budi adalah anak yang rajin. Namun, adiknya sangat pemalas."

3

Hubungan Penjumlahan

Menambahkan informasi yang setara

"Ia pandai dalam matematika. Selain itu, ia juga mahir bermain musik."

4

Hubungan Waktu/Urutan

Menunjukkan urutan waktu kejadian

"Mula-mula ia menyiapkan bahan. Kemudian, ia memasak sampai matang."

5

Hubungan Perbandingan

Membandingkan dua hal

"Cuaca hari ini sangat panas. Berbeda dengan kemarin yang hujan sepanjang hari."

6

Hubungan Syarat

Menunjukkan persyaratan

"Jika kamu rajin belajar, kamu pasti akan berhasil."

D Kata Penghubung (Konjungsi)

Konjungsi adalah kata penghubung yang digunakan untuk menghubungkan antar-kalimat. Konjungsi membantu menciptakan kelogisan dalam teks.

Jenis Hubungan Kata Penghubung
Sebab-Akibat karena, sebab, akibatnya, oleh karena itu, sehingga, maka
Pertentangan tetapi, namun, akan tetapi, sebaliknya, meskipun, walaupun
Penjumlahan dan, serta, selain itu, di samping itu, juga, lagi pula
Waktu/Urutan kemudian, lalu, selanjutnya, setelah itu, sebelum, ketika
Syarat jika, apabila, bila, kalau, seandainya, asalkan
Simpulan jadi, dengan demikian, oleh sebab itu, dapat disimpulkan

E Contoh Teks Logis vs Tidak Logis

Contoh 1: Hubungan Sebab-Akibat

✅ LOGIS

"Cuaca sangat panas hari ini. Oleh karena itu, banyak orang yang memakai payung untuk melindungi diri dari sinar matahari."

→ Panas → perlu perlindungan (masuk akal)

❌ TIDAK LOGIS

"Cuaca sangat panas hari ini. Oleh karena itu, banyak orang yang memakai jaket tebal."

→ Panas → pakai jaket tebal? (tidak masuk akal)

Contoh 2: Konsistensi Informasi

✅ LOGIS

"Dina adalah anak yang pendiam. Ia lebih suka menghabiskan waktu dengan membaca buku di perpustakaan."

→ Sifat dan perilaku konsisten

❌ TIDAK LOGIS

"Dina adalah anak yang pendiam. Ia sangat suka berbicara di depan banyak orang dan menjadi pusat perhatian."

→ Pendiam tapi suka jadi pusat perhatian? (bertentangan)

Contoh 3: Simpulan yang Sesuai

✅ LOGIS

"Harga BBM naik. Biaya transportasi ikut meningkat. Jadi, harga kebutuhan pokok menjadi lebih mahal."

→ Simpulan sesuai dengan penjelasan

❌ TIDAK LOGIS

"Harga BBM naik. Biaya transportasi ikut meningkat. Jadi, semua orang menjadi lebih sehat."

→ Simpulan tidak nyambung dengan penjelasan

F Tips Mengerjakan Soal

Perhatikan Konjungsi

Cek apakah kata penghubung sudah tepat dengan hubungan antar-kalimat.

Cek Sebab-Akibat

Pastikan hubungan sebab-akibat masuk akal dan sesuai kenyataan.

Cari Pertentangan

Temukan pernyataan yang saling bertentangan atau tidak konsisten.

Periksa Simpulan

Pastikan simpulan benar-benar sesuai dengan penjelasan yang diberikan.

G Latihan Soal

1. Manakah kalimat yang TIDAK LOGIS?

A. "Karena hujan deras, jalanan menjadi licin."
B. "Karena lapar, ia makan dengan lahap."
C. "Karena rajin berolahraga, ia sering sakit-sakitan."

Lihat Jawaban

Jawaban: C

Penjelasan: Rajin berolahraga seharusnya membuat sehat, bukan sakit-sakitan. Hubungan sebab-akibatnya tidak logis.

2. Kata penghubung yang tepat untuk melengkapi: "Dia sangat pandai, ___ ia tidak sombong."

Lihat Jawaban

Jawaban: tetapi / namun

Penjelasan: Hubungan pertentangan antara "pandai" (biasanya sombong) dengan "tidak sombong".

3. Apa ciri utama teks yang logis?

Lihat Jawaban

Jawaban: Koheren (berkesinambungan), konsisten (tidak bertentangan), runtut, sebab-akibat tepat, dan simpulan sesuai isi.

4. "Ani rajin menabung. Oleh karena itu, ia bisa membeli sepeda baru." Apakah kalimat tersebut logis? Jelaskan!

Lihat Jawaban

Jawaban: Ya, logis.

Penjelasan: Rajin menabung menyebabkan uang terkumpul, sehingga bisa membeli sepeda. Hubungan sebab-akibat masuk akal.

5. Sebutkan 3 kata penghubung yang menunjukkan hubungan sebab-akibat!

Lihat Jawaban

Jawaban: karena, sebab, akibatnya, oleh karena itu, sehingga, maka (pilih 3)

Rangkuman

  • Kelogisan = hubungan antar-kalimat yang masuk akal dan tidak bertentangan.
  • • Ciri teks logis: koheren, konsisten, runtut, sebab-akibat tepat, simpulan sesuai.
  • • Jenis hubungan: sebab-akibat, pertentangan, penjumlahan, waktu, perbandingan, syarat.
  • • Perhatikan konjungsi untuk menentukan jenis hubungan antar-kalimat.
Iklan
Bagikan materi ini:

Pelajari Materi Bahasa Indonesia Kelas 9 Lainnya:

  1. 1. Informasi Penting Tersurat
  2. 2. Kelogisan Hubungan dalam Teks sedang dibaca
  3. 3. Respons Emosional Teks
Uji Pemahaman Materi

Uji Pemahaman Materi Ini di Simulasi CBT!

Kerjakan soal-soal latihan terkait topik ini lengkap dengan pembahasan dan timer ujian mirip UTBK SNBT sesungguhnya.

Mulai Latihan Soal →