close

Rangkuman Materi Prakarya Kelas 7 Bab 4 Budidaya Tanaman Sayuran

Salah satu hal yang perlu kita pahami adalah budi daya tanaman sayuran, baik secara ilmiah maupun spontan. Sejak kecil, kita sudah diajarkan untuk selalu berkreasi dan menciptakan hal-hal baru, salah satunya adalah kerajinan.

Dalam artikel ini, kami akan memberikan ringkasan tentang budi daya tanaman sayuran. Kami mengambil banyak informasi dari buku resmi Kemendikbud RI dan pemerintah.

Berikut ini kita bagikan ringkasan materi mata pelajaran Prakarya kelas 7 pembahasan tentang Budidaya Tanaman Sayuran Kurikulum 2013 versi terbaru. Kita juga akan update rangkuman mata pelajaran kurikulum merdeka. Kamu juga dapat mengakses rangkuman materi lain mulai dari Kelas 6Kelas 7Kelas 8Kelas 9Kelas 10Kelas 11, hingga Kelas 12.

Jenis-Jenis Tanaman Sayuran

Sayuran adalah tanaman hortikultura yang dibudidayakan dengan cara intensif. Budi daya adalah usaha untuk menumbuhkan, membesarkan, dan mengembangbiakkan benda atau makhluk hidup agar lebih besar/tumbuh dan bertambah banyak. Sayuran adalah bahan pangan dari tumbuhan yang memiliki kadar air dan serat yang tinggi. Sayuran juga kaya akan vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh.

Tanaman sayuran adalah tanaman yang bagian-bagiannya dapat dimakan sebagai bahan makanan. Ada berbagai jenis tanaman sayuran yang dapat dibedakan berdasarkan bagian yang dimanfaatkan, seperti sayuran buah, sayuran daun, sayuran akar, sayuran batang, dan sayuran bunga. Beberapa contoh tanaman sayuran adalah:

  • Tomat: tanaman sayuran buah yang berwarna merah atau kuning dan memiliki rasa asam manis. Tomat dapat tumbuh dengan cepat dan mudah dirawat di rumah. Masa panen tomat adalah sekitar 6-8 minggu setelah ditanam .
  • Bawang Merah: tanaman sayuran akar yang berbentuk bulat pipih dan berwarna merah keunguan. Bawang merah merupakan bumbu masak yang sering digunakan di Indonesia. Bawang merah dapat dipanen dalam waktu 60-65 hari setelah ditanam.
  • Kangkung: tanaman sayuran daun yang memiliki batang lunak dan daun lebar. Kangkung dapat hidup di lahan basah atau kering dan tumbuh subur di berbagai musim. Kangkung dapat dipanen dalam waktu 30-40 hari setelah ditanam.
  • Bayam: tanaman sayuran daun yang memiliki daun berbentuk hati dan berwarna hijau tua. Bayam merupakan sumber zat besi yang baik untuk tubuh. Bayam dapat ditanam di tempat teduh dan mendapat cukup sinar matahari. Bayam dapat dipanen dalam waktu 25-30 hari setelah ditanam .
  • Sawi: tanaman sayuran daun yang memiliki daun berbentuk lonjong dan berwarna hijau atau kuning. Sawi biasanya dimasak sebagai tumis atau sup. Sawi dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun tinggi. Sawi dapat dipanen dalam waktu 40-50 hari setelah ditanam.

Sarana Produksi dan Tahapan Budi Daya Tanaman Sayuran

  • Untuk membudidayakan tanaman sayuran, kita memerlukan beberapa sarana produksi, yaitu:
  • Benih atau bibit: bahan dasar untuk menumbuhkan tanaman sayuran. Benih atau bibit harus berasal dari sumber yang berkualitas dan sesuai dengan jenis tanaman yang akan ditanam.
  • Pupuk: bahan tambahan untuk memberikan nutrisi bagi tanaman sayuran. Pupuk dapat berupa pupuk organik (seperti kompos) atau pupuk anorganik (seperti urea). Pupuk harus diberikan sesuai dengan dosis dan waktu yang tepat.
  • Pestisida: bahan untuk mengendalikan hama dan penyakit yang menyerang tanaman sayuran. Pestisida dapat berupa pestisida alami (seperti jahe) atau pestisida kimia (seperti insektisida). Pestisida harus digunakan dengan hati-hati dan sesuai dengan petunjuk penggunaan.
  • Media tanam: bahan untuk menempatkan benih atau bibit tanaman sayuran. Media tanam dapat berupa tanah, pasir, arang sekam, sabut kelapa, atau hidroponik. Media tanam harus memiliki drainase yang baik dan kandungan hara yang cukup.
  • Media Tanam Bahan Organik: media tanam yang terbuat dari bahan-bahan alami yang mengandung unsur hara bagi tanaman sayuran. Beberapa contoh media tanam bahan organik adalah:
  • Arang sekam: hasil pembakaran sekam padi yang memiliki tekstur kasar dan pori-pori besar. Arang sekam dapat meningkatkan aerasi dan drainase media tanam serta mengurangi serangan hama.
  •  Kompos: hasil penguraian bahan-bahan organik seperti sisa-sisa tumbuhan, kotoran hewan, atau sampah rumah.

Media Tanam Bahan Anorganik

Media tanam bahan anorganik adalah media tanam yang terbuat dari bahan-bahan yang tidak berasal dari makhluk hidup, tetapi memiliki kandungan mineral yang tinggi. Media tanam ini biasanya berasal dari proses pelapukan alam atau sintesis buatan. Berikut adalah beberapa contoh media tanam bahan anorganik dan penjelasannya:

  1. Gel: Gel adalah media tanam yang terbuat dari kristal polimer yang dapat menyerap dan menyimpan air dalam jumlah banyak. Gel digunakan untuk tanaman hidroponik yang membutuhkan kelembaban tinggi. Kelebihan gel adalah mampu menjaga kestabilan pH dan suhu media tanam.
  2. Pasir: Pasir adalah media tanam yang terbuat dari pecahan batuan yang berukuran halus. Pasir digunakan untuk penyemaian benih, pertumbuhan tanaman, dan stek batang tanaman. Kelebihan pasir adalah meningkatkan aerasi dan drainase media tanam. Kekurangan pasir adalah membutuhkan pengairan dan pemupukan yang banyak .
  3. Pecahan batu bata: Pecahan batu bata adalah media tanam yang terbuat dari batu bata yang dihancurkan menjadi ukuran kecil. Pecahan batu bata digunakan untuk menambah porositas dan berat media tanam. Kelebihan pecahan batu bata adalah mampu menahan air dan nutrisi dengan baik. Kekurangan pecahan batu bata adalah dapat meningkatkan keasaman media tanam .
  4. Spons: Spons adalah media tanam yang terbuat dari busa sintetis yang memiliki rongga-rongga udara. Spons digunakan untuk tanaman hidroponik atau semi hidroponik yang membutuhkan aerasi tinggi. Kelebihan spons adalah ringan, mudah dibentuk, dan tidak mudah lapuk. Kekurangan spons adalah tidak dapat menyerap nutrisi dengan baik .
  5. Vernikulit dan perlit: Vernikulit dan perlit adalah media tanam yang terbuat dari mineral vulkanik yang dipanaskan hingga mengembang. Vernikulit dan perlit digunakan untuk meningkatkan aerasi, drainase, dan retensi air media tanam. Kelebihan vernikulit dan perlit adalah ringan, steril, dan tidak mudah terurai. Kekurangan vernikulit dan perlit adalah mahal, mudah hancur, dan dapat mengganggu pH media tanam .

Tahapan Budi Daya Tanaman Sayuran

Pembibitan

Tahapan-tahapan dalam pembibitan dapat dilihat pada gambar-gambar di bawah ini :

  • Penyemaian Benih
  • Perawatan Benih
  • Benih yang telah berkecambah (bibit)/perkecambahan
  • Tempat penyiapan/penyortiran
  • Hasil penyortiran
  • Siap dipindahkan ke polibag/lahan

Penggarapan Tanah/Penyediaan Media Tanam

Tanah harus diolah terlebih dahulu sebelum ditanami. Tanah dijadikan gembur dan diberi perlakuan agar sesuai dengan syarat tumbuh tanaman. Penggemburan tanah dilakukan dengan mencangkul atau menggarpu tanah. Untuk penanaman di polybag, tanah dicampur dengan pupuk. Kamu harus mengetahui jenis tanah yang akan digunakan untuk budidaya.

Persiapan Lahan dan Media Tanam

Sebelum menanam, lahan harus diolah agar tanah menjadi gembur dan sesuai dengan kebutuhan tanaman. Cara mengolah tanah adalah dengan mencangkul atau menggaru tanah. Jika menanam di polybag, campurkan tanah dengan pupuk. Kamu harus tahu jenis tanah yang akan kamu gunakan untuk bercocok tanam.

Penanaman

Penanaman bisa dilakukan dengan cara menyemai atau langsung menanam benih atau bibit. Perhatikan jarak tanam antara benih atau bibit agar tanaman mendapatkan ruang tumbuh yang cukup dan mudah disiangi. Bibit bisa ditanam dalam barisan atau dalam bedengan.

Pemeliharaan

  • Untuk menjaga kelembapan tanah, perlu dilakukan penyiraman secara teratur.
  • Jika ada benih yang tidak tumbuh atau tidak sehat, lakukan penyulaman dengan benih baru.
  • Penyiangan berguna untuk mencegah hama, penyakit, dan gulma yang mengganggu tanaman.
  • Buatlah gundukan tanah di sepanjang bedengan untuk menopang tanaman yang ditanam di sana.
  • Pemupukan harus sesuai dengan metode, jenis, dosis, dan waktu yang tepat.
  • Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) harus disesuaikan dengan jenis dan tingkat serangannya, dan penggunaan pestisida harus bijaksana agar tidak merusak lingkungan.
  • Pasanglah ajir atau turus untuk menyangga tanaman sayuran yang merambat atau berbatang lunak.
  • Lakukan pemanenan pada saat yang tepat agar hasil panen berkualitas baik. Perhatikan tanda-tanda dan umur panen. Pemanenan biasanya dilakukan dengan tangan. Harus hati-hati saat memanen agar hasil panen tidak rusak.

Tahapan pascapanen

Mengumpulkan hasil pertanian yang telah dipanen.

Melakukan pemisahan dan pengelompokan sesuai dengan ukuran dan usia tanaman.

Menyimpan hasil pertanian di lokasi yang higienis dengan kelembaban tertentu.

Contoh Tahapan Budi Daya Tanaman Sayuran

1. Perencanaan

  • Menyusun strategi budi daya sayuran yang sesuai
  • Memilih lokasi yang cocok untuk menanam sayuran (di halaman/kebun atau di polybag/pot)
  • Menyusun agenda kegiatan budi daya
  • Menghitung kebutuhan sarana dan alat
  • Menetapkan tanggung jawab tiap individu

2. Persiapan Sarana dan Peralatan

Bahan

  • Benih kangkung
  • Pupuk kimia
  • Kompos
  • Pestisida

Alat

  • Gembor
  • Cangkul
  • Kored
  • Sprayer

3. Langkah-langkah Budidaya Kangkung

  • Sebelum menanam, tanah harus diolah dan dicampur dengan pupuk organik (kompos/kandang) sekitar 1 kg/1 m² dan pupuk kimia (urea) 0,1 kg/1 m².
  • Membuat bedeng dengan lebar 0,8–1,2 m, panjang 3–5 m, tinggi 15 – 20 cm, dan jarak antara bedeng 50 cm (tergantung pada luas lahan).
  • Bedeng yang sudah siap untuk ditanami.
  • Menanam benih kangkung: lubang tanam berjarak 20 x 20 cm, kedalaman 5 cm. Setiap lubang ditanami 1-2 benih. Untuk kangkung darat sebaiknya ditanam di sore hari.
  • Benih kangkung yang mulai tumbuh.
  • Perkembangan tanaman kangkung.
  • Perawatan:
  • Penyiraman dilakukan setiap hari terutama saat musim kemarau.
  • Penyiangan dilakukan dua minggu sekali
  • Pembumbunan dilakukan dua minggu setelah tanam.
  • Pemupukan dilakukan dua minggu setelah tanam (HST).
  • Pengendalian hama dan penyakit dilakukan sesuai dengan jenis dan tingkat serangan. Hama yang sering menyerang tanaman kangkung antara lain belalang dan ulat
  • Kangkung dapat dipanen setelah berumur 27 hari.
  • Pemanenan dilakukan dengan cara memotong dan menyisakan 2-3 ruas bawah.
  • Panen dilakukan di sore hari, dapat dilakukan 2-3 minggu sekali.
  • Jumlah panen 5–11 kali.

 Pasca Panen

  • Kangkung yang sudah dipanen dikumpulkan sebanyak 15–20 batang dalam satu ikatan.
  • Kangkung direndam dalam air bersih agar tetap segar.

Alternative Budi Daya Tanaman Sayuran

1. Pilihan Media Tanam

  • Bahan dan alat yang dibutuhkan
  • Benih sayuran
  • Nutrisi untuk hidroponik
  • Media tanam yang sudah disterilkan dengan cara dicelupkan ke air panas
  • Tempat untuk menumbuhkan bibit
  • Wadah untuk media tanam
  • Wadah untuk larutan nutrisi
  • Rak untuk menyimpan wadah tanam
  • Alat untuk mengukur PH dan TDS meter (untuk mengukur kandungan nutrisi)

Langkah-langkah Budi Daya Hidroponik

  • Pembuatan bibit
  • Penyiapan Larutan Nutrisi
  • Penanaman bibit ke media tanam
  • Pemeliharaan tanaman
  • Pemanenan hasil
  • Pilihan Wadah Tanam

Wadah tanam adalah tempat yang terbatas untuk menaruh media dan nutrisi bagi tanaman. Ada banyak jenis wadah yang bisa digunakan sebagai wadah tanam.

Contoh Tahapan Budi Daya Tanaman Sayuran dengan Sistem Hidropodik

1. Tahap Perencanaan

  • menentukan varietas pakcoy yang cocok untuk hidroponik,
  • memilih metode hidroponik yang sesuai,
  • menyusun rencana kegiatan penanaman,
  • menghitung kebutuhan bahan dan peralatan, dan
  • membagi tugas masing-masing anggota.

2. Tahap Persiapan Bahan dan Alat

  • Bahan
  • Biji pakcoy
  • Media tanam
  • Nutrisi hidroponik
  • Alat
  • Wadah tanaman
  • Sumbu kapas
  • Wadah nutrisi
  • Rak penempatan

 Proses budi daya tanaman sayuran dengan Metode hidroponik sederhana (Wick System)

Ikuti langkah-langkah berikut untuk menanam sayuran hidroponik dengan sistem sumbu (Wick System):

  1. Buat lubang pada wadah tanam dan pasang sumbu di dalamnya.
  2. Isi wadah tanam dengan media tanam seperti sabut kelapa atau zeolit. Tanam benih secara langsung di media tanam tersebut.
  3. Letakkan wadah tanam di atas wadah yang berisi larutan nutrisi. Pastikan ada lubang udara pada wadah larutan nutrisi. Tambahkan larutan nutrisi setiap minggu. Semakin besar ukuran tanaman, semakin sering penambahan larutan nutrisi. Gunakan pupuk NPK dengan takaran 3 gram per liter atau pupuk hidroponik siap pakai.
  4. Susun wadah tanam di rak dan tempatkan di area yang terkena sinar matahari langsung.
  5. Tunggu hingga bibit tumbuh dengan baik.
  6. Masukkan kerikil secara bertahap ke dalam wadah tanam untuk menyangga batang tanaman.
  7. Amati perkembangan tanaman secara rutin.
  8. Lakukan pengendalian hama dan penyakit secara teratur. Jika ada gejala serangan hama atau penyakit, segera atasi dengan cara yang sesuai. Lakukan pemangkasan daun atau tanaman yang tidak sehat.
  9. Panen pakcoy setelah 45 hari dari masa tanam.
  10. Nikmati hasil panen pakcoy yang bisa mencapai 100 g per tanaman.

Materi PDF

Dapatkan update rangkuman materi sekolah gratis dari Kampusimpian.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kumpulan Rangkuman Materi Sekolah”, caranya klik link https://t.me/rangkumankeren, kemudian join. Kamu harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Show More
Back to top button