Materi TKA SMA

Ketepatan Penggunaan Bahasa

Menilai dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik, benar, dan efektif!

Daftar Isi

A Pengertian & Prinsip Ketepatan Bahasa

Perhatikan dua kalimat ini: "Kami mengucapkan terima kasih" vs "Kami ucapkan terima kasih". Mana yang benar? Keduanya sebenarnya benar, tapi yang kedua lebih tepat untuk surat resmi. Nah, inilah yang disebut ketepatan penggunaan bahasa!

🎯 Definisi:

Ketepatan Penggunaan Bahasa adalah kemampuan memilih dan menggunakan kata, ejaan, tanda baca, serta struktur kalimat yang sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia dan konteks komunikasi.

Prinsip Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar:

1. Baik

Sesuai situasi & konteks β€” formal untuk situasi formal, santai untuk situasi informal.

2. Benar

Sesuai kaidah β€” mengikuti aturan ejaan, tata bahasa, dan struktur yang baku.

3. Efektif

Jelas & ekonomis β€” pesan tersampaikan dengan kata seminimal mungkin.

4. Santun

Sopan & menghormati β€” tidak menyinggung atau merendahkan.

Aspek yang Dinilai dalam Ketepatan Bahasa:

  • 1. Diksi (Pilihan Kata) β€” Apakah kata yang dipilih tepat dan sesuai?
  • 2. Ejaan (EYD) β€” Apakah penulisan kata sudah sesuai aturan?
  • 3. Tanda Baca β€” Apakah penggunaan tanda baca sudah benar?
  • 4. Struktur Kalimat β€” Apakah kalimat efektif dan tidak ambigu?
  • 5. Ragam Bahasa β€” Apakah sesuai dengan situasi komunikasi?

B Ketepatan Diksi (Pilihan Kata)

Diksi adalah kemampuan memilih kata yang paling tepat untuk menyampaikan gagasan. Diksi yang tepat membuat pesan jelas dan tidak ambigu!

Kesalahan Diksi yang Sering Terjadi:

1. Pleonasme (Mubazir)

Penggunaan kata yang bermakna sama secara berlebihan.

❌ SALAH:

β€’ turun ke bawah

β€’ naik ke atas

β€’ sejak dari dulu

β€’ para hadirin sekalian

βœ“ BENAR:

β€’ turun

β€’ naik

β€’ sejak dulu

β€’ para hadirin / hadirin sekalian

2. Kontaminasi (Kerancuan)

Pencampuran dua bentuk kata/frasa yang berbeda.

❌ SALAH:

β€’ daripada orang lain

(campuran "dari" & "daripada")

βœ“ BENAR:

β€’ dibandingkan dengan orang lain

atau dari orang lain

3. Kesalahan Hiponim-Hipernim

Menggunakan kata terlalu umum atau terlalu spesifik.

❌ KURANG TEPAT:

β€’ Saya makan makanan

(terlalu umum)

βœ“ LEBIH TEPAT:

β€’ Saya makan nasi goreng

(lebih spesifik)

4. Penggunaan Kata Tidak Baku

Menggunakan kata yang tidak sesuai KBBI dalam konteks formal.

❌ Tidak Baku βœ“ Baku
aktifitasaktivitas
apotekapotik
atlitatlet
hapalhafal
ijazahijazah
nasehatnasihat

C Ejaan & Tanda Baca

Ketepatan Ejaan (EYD)

1. Huruf Kapital

Digunakan untuk:

  • Awal kalimat: Hari ini cerah
  • Nama orang/tempat: Indonesia, Jakarta, Soekarno
  • Gelar kehormatan: Prof. Dr., Yang Mulia
  • Nama agama/kitab suci: Islam, Alquran, Kristen, Alkitab

HATI-HATI: Jangan pakai kapital untuk mata pelajaran umum: Belajar Matematika β†’ belajar matematika

2. Kata Depan vs Imbuhan

Kata Depan (Terpisah):

β€’ di rumah (tempat)

β€’ ke sekolah (tujuan)

β€’ dari kantor (asal)

Imbuhan (Disambung):

β€’ diambil (awalan di-)

β€’ kekasih (awalan ke-)

β€’ daripada (kata penghubung)

3. Penulisan Angka

Angka ditulis dengan huruf:

  • Awal kalimat: Sepuluh orang datang
  • Bilangan bulat kurang dari 10: tiga anak

Angka ditulis dengan lambang:

  • Angka 10 ke atas: membeli 15 buku
  • Data statistik: pertumbuhan 7,5%

Ketepatan Tanda Baca

Tanda Baca Penting:

1. Titik (.)

β€’ Akhir kalimat berita: Dia pergi ke pasar.

β€’ Singkatan: Dr., dll., hlm.

2. Koma (,)

β€’ Pemisah unsur: Andi, Budi, dan Citra hadir.

β€’ Setelah kata penghubung awal kalimat: Namun, dia tetap datang.

β€’ Sebelum kata "yang" jika bisa dihilangkan: Buku itu, yang berwarna merah, sudah terjual.

3. Tanda Hubung (-) vs Tanda Pisah (β€”)

β€’ Tanda hubung: anak-anak, tahun 2020-2021

β€’ Tanda pisah: Diaβ€”seorang guruβ€”sangat baik.

4. Tanda Petik ("...")

β€’ Kutipan langsung: "Saya senang," katanya.

β€’ Judul artikel/bab: artikel "Pendidikan Masa Kini"

D Struktur Kalimat Efektif

Kalimat efektif adalah kalimat yang mampu menyampaikan maksud dengan jelas, singkat, dan tepat.

Syarat Kalimat Efektif:

1. Memiliki Subjek & Predikat yang Jelas

❌ TIDAK EFEKTIF:

Dengan adanya pandemi membuat ekonomi terpuruk.

(tidak ada subjek jelas)

βœ“ EFEKTIF:

Pandemi membuat ekonomi terpuruk.

("Pandemi" = subjek)

2. Tidak Ada Subjek Ganda

❌ TIDAK EFEKTIF:

Bagi mahasiswa mereka harus rajin.

(subjek ganda)

βœ“ EFEKTIF:

Mahasiswa harus rajin.

(satu subjek)

3. Hemat Kata (Tidak Bertele-tele)

❌ TIDAK EFEKTIF:

Pada hari ini, kami akan mengadakan rapat.

βœ“ EFEKTIF:

Hari ini, kami mengadakan rapat.

4. Tidak Ambigu (Jelas Maknanya)

❌ AMBIGU:

Anak ibu guru sedang belajar.

(anak siapa? ibu atau guru?)

βœ“ JELAS:

Anak guru ibu sedang belajar.

(anak dari guru tersebut)

5. Kesejajaran Bentuk (Paralelisme)

❌ TIDAK PARALEL:

Dia pandai menyanyi, menari, dan berbicara.

(bentuk tidak sama)

βœ“ PARALEL:

Dia pandai menyanyi, menari, dan berpidato.

(semua kata kerja aktif)

E Kesalahan Umum yang Sering Terjadi

Berikut adalah kesalahan yang paling sering ditemukan dalam tes TKA:

1. Kata "Yang" Berlebihan

❌ SALAH:

Orang yang berkacamata yang duduk di sana.

βœ“ BENAR:

Orang berkacamata yang duduk di sana.

2. "Di mana" dalam Kalimat Berita

❌ SALAH:

Ini adalah rumah di mana saya lahir.

βœ“ BENAR:

Ini adalah rumah tempat saya lahir.

3. Penggunaan "Daripada"

❌ SALAH:

Lebih baik daripada terlambat.

βœ“ BENAR:

Lebih baik dari pada terlambat.

(atau: "daripada" = alih-alih)

4. "Adalah" yang Tidak Perlu

❌ BERLEBIHAN:

Rumah itu adalah milik saya.

βœ“ LEBIH BAIK:

Rumah itu milik saya.

("adalah" sering tidak diperlukan)

5. Imbuhan yang Rancu

❌ SALAH:

Saya mempertanggungjawabkan tugas ini.

βœ“ BENAR:

Saya bertanggung jawab atas tugas ini.

F Cara Menilai Ketepatan Bahasa

Ikuti langkah sistematis ini untuk menilai kalimat dalam soal TKA:

1

Cek Struktur Dasar (S-P-O-K)

Pastikan kalimat punya Subjek dan Predikat yang jelas. Kalau ada kata "dengan", "bagi", "tentang" di awal β†’ kemungkinan tidak ada subjek!

2

Periksa Diksi

Ada pleonasme? Kata tidak baku? Pilihan kata kurang tepat? Ganti dengan yang lebih efisien!

3

Cek Ejaan

Perhatikan huruf kapital, kata depan vs imbuhan, penulisan angka. Apakah sudah sesuai EYD?

4

Periksa Tanda Baca

Apakah koma, titik, tanda hubung sudah di tempat yang benar?

5

Evaluasi Keefektifan

Apakah kalimat hemat, jelas, dan tidak ambigu? Bisa dipangkas lagi nggak?

6

Sesuaikan dengan Konteks

Apakah ragam bahasa sudah cocok? Formal untuk konteks formal, santai untuk konteks informal.

Kesimpulan:

Ketepatan penggunaan bahasa adalah keterampilan kritis dalam berkomunikasi. Dengan menguasai diksi, ejaan, tanda baca, dan struktur kalimat, kamu bisa menulis dan berbicara dengan lebih profesional dan efektif. Dalam soal TKA, fokus pada kalimat efektif dan kesalahan umum. Ingat: bahasa yang baik dan benar adalah cerminan pikiran yang teratur! πŸ“šβœ¨

Materi Sebelumnya Kembali ke Daftar