Materi TKA SMA

Latar (Setting)

Memahami "panggung" tempat cerita berlangsung—kunci untuk menyelami dunia fiksi!

Daftar Isi

A Pengertian Latar (Setting)

Coba bayangin kamu nonton film tapi layarnya cuma hitam polos—nggak ada gambar apa-apa. Pasti bingung kan? Cerita butuh "tempat" untuk terjadi! Nah, itulah fungsi latar atau setting—memberikan konteks ruang dan waktu di mana peristiwa berlangsung.

🎯 Definisi:

Latar adalah kondisi tempat, waktu, dan suasana yang menjadi "panggung" terjadinya peristiwa dalam cerita. Latar memberikan konteks spesifik yang membuat cerita terasa nyata dan hidup!

Kenapa Latar Itu Penting?

Membangun Visualisasi

Membantu pembaca "melihat" dan membayangkan kejadian dengan jelas.

Mempengaruhi Alur

Setting bisa menciptakan konflik atau mempengaruhi keputusan tokoh.

Menciptakan Mood

Tempat gelap = suasana menyeramkan. Taman bunga = suasana romantis.

Menambah Keaslian

Detail setting membuat cerita lebih kredibel dan autentik.

Komponen Latar (The Big Three):

1

Latar Tempat (WHERE)

Di mana peristiwa terjadi? → Jakarta, hutan, rumah, sekolah, dll.

2

Latar Waktu (WHEN)

Kapan terjadi? → Pagi, malam, tahun 2020, zaman kolonial, dll.

3

Latar Suasana (ATMOSPHERE)

Gimana rasanya? → Tegang, gembira, mencekam, haru, dll.

B Latar Tempat (Setting of Place)

Latar tempat adalah lokasi fisik di mana peristiwa dalam cerita terjadi. Bisa spesifik banget atau umum aja, tergantung kebutuhan cerita.

Jenis-Jenis Latar Tempat:

1. Latar Tempat Umum (General)

Lokasi yang tidak detail, cukup memberikan gambaran besar.

Contoh: "Di sebuah desa," "Di kota besar," "Di negeri antah berantah"

2. Latar Tempat Khusus (Specific)

Lokasi yang sangat detail dan spesifik, bisa dicek di dunia nyata.

Contoh: "Di Jalan Malioboro, Yogyakarta," "Di Café Starbucks Senayan City"

3. Latar Tempat Fiktif

Lokasi yang diciptakan penulis, tidak ada di dunia nyata.

Contoh: "Hogwarts," "Wakanda," "Negeri Dongeng"

Kategori Berdasarkan Skala:

Makro (Luas)
  • • Negara/provinsi
  • • Kota/kabupaten
  • • Wilayah geografis
Meso (Sedang)
  • • Lingkungan/desa
  • • Sekolah/kantor
  • • Pasar/mall
Mikro (Kecil)
  • • Ruang kelas
  • • Kamar tidur
  • • Pojok taman

📖 Contoh dalam Cerita:

Latar Umum:

"Di sebuah desa kecil di Jawa Barat, hiduplah seorang petani bernama Pak Tono."

Latar Khusus:

"Rina berjalan di sepanjang Gang Kelinci III, Pancoran, Jakarta Selatan. Rumahnya yang nomor 27 terlihat dari ujung gang."

Latar Fiktif:

"Kerajaan Everland terletak di balik awan pelangi, hanya bisa dicapai dengan naik naga putih."

C Latar Waktu (Setting of Time)

Latar waktu menunjukkan kapan peristiwa terjadi. Bisa berupa jam, hari, musim, tahun, atau bahkan era sejarah tertentu!

Jenis-Jenis Latar Waktu:

1. Waktu Kronologis (Clock Time)

Waktu yang terukur secara spesifik menggunakan jam/kalender.

Jam: "Pukul 07.00 pagi," "Tengah malam"

Hari: "Senin pagi," "Akhir pekan"

Tanggal: "17 Agustus 1945," "31 Desember"

Tahun: "Tahun 2024," "Dekade 90-an"

2. Waktu Historis (Historical Time)

Merujuk pada periode sejarah atau era tertentu.

"Zaman penjajahan Belanda"

"Pada masa Kerajaan Majapahit"

"Di era Reformasi"

"Saat perang dunia kedua"

3. Waktu Relatif (Relative Time)

Waktu yang tidak pasti, bergantung pada konteks.

"Suatu hari," "Dahulu kala"

"Beberapa tahun kemudian"

"Pada suatu pagi yang cerah"

"Lusa," "Kemarin dulu"

4. Waktu Klimatologis (Season/Weather)

Berkaitan dengan musim atau kondisi cuaca.

"Saat musim hujan tiba"

"Di puncak musim kemarau"

"Ketika salju turun"

"Saat matahari terbenam"

📖 Contoh Kombinasi Waktu:

"Pada tanggal 10 November 1945 (kronologis), saat Pertempuran Surabaya (historis) sedang berkecamuk, pagi hari (relatif) terasa sangat panas dan kering (klimatologis)."

→ Satu kalimat bisa mengandung beberapa jenis latar waktu sekaligus!

D Latar Suasana (Atmosphere/Mood)

Latar suasana adalah kondisi emosional atau psikologis yang tercipta dalam cerita. Ini adalah "rasa" atau "vibe" yang dirasakan pembaca saat membaca!

⚠️ Penting:

Suasana BERBEDA dengan emosi tokoh! Suasana = atmosfer cerita. Emosi = perasaan tokoh. Meski kadang keduanya sejalan, tapi bisa juga berbeda.

Kategori Suasana Umum:

Suasana Positif ✨
  • • Gembira / Ceria
  • • Romantis / Dreamy
  • • Damai / Tenang
  • • Penuh harapan / Optimis
  • • Hangat / Akrab
Suasana Negatif 😰
  • • Menegangkan / Mencekam
  • • Sedih / Melankolis
  • • Menyeramkan / Horor
  • • Gelisah / Cemas
  • • Suram / Depresif
Suasana Netral 😐
  • • Biasa saja / Monoton
  • • Formal / Kaku
  • • Misteri / Penasaran
  • • Reflektif / Kontemplasi
Suasana Campuran 🎭
  • • Bittersweet (sedih tapi indah)
  • • Chaos tapi seru
  • • Tegang tapi menegangkan
  • • Gelap tapi humoris

Cara Penulis Menciptakan Suasana:

Pilihan Kata (Diction)

Kata-kata gelap, dingin, sunyi → suasana mencekam

Deskripsi Visual

Langit merah membara → suasana dramatis

Elemen Suara

Burung berkicau → suasana damai vs angin meraung → mencekam

Kondisi Cuaca

Hujan deras + petir → tegang; cerah → ceria

📖 Contoh Perbandingan:

Suasana Ceria:

"Taman dipenuhi anak-anak yang berlarian sambil tertawa. Matahari bersinar hangat, burung-burung berkicau riang. Wangi bunga mawar memenuhi udara segar pagi itu."

Suasana Mencekam:

"Lorong rumah tua itu gelap gulita. Angin malam berhembus dingin, membuat pintu-pintu berderit pelan. Tidak ada suara apapun, hanya keheningan yang menusuk tulang."

E Contoh Analisis Latar Lengkap

Yuk Bedah Kutipan Ini!

KUTIPAN CERITA:

Malam itu, hujan deras mengguyur Jakarta. Pukul 22.00 WIB, Rina duduk sendirian di dalam kamar kosnya yang sempit di daerah Pancoran. Hanya lampu tidur kecil yang menerangi ruangan. Di luar jendela, petir menyambar-nyambar disertai guntur yang menggelegar. Angin kencang membuat daun-daun pohon bergesek keras di atap. Rina memeluk bantal erat-erat, matanya menatap kosong ke dinding. Sudah seminggu sejak ia dipecat dari kantor. Kesunyian malam itu terasa begitu mencekam dan menekan.

🔍 Analisis Detail:

Latar Tempat

Makro (Luas):

"Jakarta" → Kota besar, ibukota

Meso (Sedang):

"Daerah Pancoran" → Wilayah spesifik di Jakarta Selatan

Mikro (Kecil):

"Kamar kos yang sempit" → Ruang pribadi, terbatas

→ Keterangan tempat dari umum ke khusus menciptakan fokus yang semakin sempit, menggambarkan isolasi.

Latar Waktu

Kronologis:

"Pukul 22.00 WIB" → Waktu spesifik, malam hari

Relatif:

"Malam itu" → Merujuk malam tertentu dalam narasi

Durasi:

"Sudah seminggu sejak dipecat" → Konteks waktu lebih luas

Klimatik:

"Hujan deras, petir menyambar" → Kondisi cuaca buruk

→ Waktu malam + hujan badai memperkuat suasana suram.

Latar Suasana

Suasana Dominan: Mencekam, Sedih, Tertekan

Elemen Pembentuk:

  • • Hujan deras + petir + guntur = chaos alam
  • • "Kamar sempit" + "lampu kecil" = ruang terbatas & gelap
  • • "Duduk sendirian" = kesepian
  • • "Kesunyian mencekam" = ketegangan psikologis
  • • "Sudah seminggu dipecat" = beban emosional

→ Semua elemen latar (tempat, waktu, cuaca) bekerja sama menciptakan mood yang konsisten: depresi dan hopeless.

KESIMPULAN ANALISIS:

Kutipan ini menunjukkan keterpaduan luar biasa antara ketiga unsur latar. Setting tempat yang sempit dan gelap, waktu malam yang badai, dan suasana yang mencekam saling memperkuat satu sama lain. Penulis tidak hanya "menyebutkan" latar, tapi menggunakan latar sebagai alat untuk menggambarkan kondisi psikologis tokoh (Rina yang sedang down). Ini adalah contoh latar yang fungsional—bukan sekadar dekorasi, tapi bagian integral dari cerita!

F Cara Mengidentifikasi Latar

Ikuti langkah sistematis ini untuk mengidentifikasi latar dalam teks:

1

Cari Kata Kunci Lokasi

Tandai semua kata benda tempat: nama kota, nama gedung, ruangan, dsb. Ini adalah latar tempat.

2

Identifikasi Penanda Waktu

Cari keterangan waktu: jam, hari, bulan, tahun, musim, atau era. Bisa berupa angka atau kata seperti "dulu," "kini," "nanti."

3

Rasakan Atmosfernya

Untuk suasana, tanya: "Apa yang saya rasakan saat membaca paragraf ini?" Perhatikan pilihan kata dan deskripsi yang digunakan.

4

Perhatikan Deskripsi Pendukung

Cuaca, pencahayaan, suara, dan panca indera lain sering memberi clue tentang latar.

5

Hubungkan dengan Konflik

Latar yang baik biasanya berkaitan dengan plot. Tanya: "Apakah latar ini mempengaruhi peristiwa atau tokoh?"

Kesimpulan:

Latar adalah fondasi cerita yang memberikan konteks spasial, temporal, dan emosional. Dengan memahami ketiga unsur latar (tempat, waktu, suasana), kamu bisa lebih dalam mengapresiasi karya sastra dan menjawab soal TKA dengan lebih akurat. Ingat: latar bukan sekadar background, tapi elemen aktif yang membentuk cerita!

💡 Latihan: Setiap kali baca cerita, coba identifikasi ketiga latar-nya. Lama-lama jadi kebiasaan dan otomatis!

Materi Sebelumnya Kembali ke Daftar