close

Laporan Hasil Observasi | Bahasa Indonesia Kelas 10

Hai! Pernah nggak sih kamu diminta guru untuk mengamati sesuatu terus bikin laporannya? Nah, itu namanya Laporan Hasil Observasi atau disingkat LHO. Di kelas 10 ini, kamu bakal belajar cara bikin laporan yang sistematis dan ilmiah. Tenang, nggak seribet yang kamu bayangin kok! Yuk kita pelajari bareng-bareng.

A Apa Itu Laporan Hasil Observasi?

Jadi gini, Laporan Hasil Observasi (LHO) adalah teks yang berisi penjabaran umum atau melaporkan sesuatu berupa hasil dari pengamatan. LHO juga disebut teks klasifikasi karena memuat klasifikasi mengenai jenis-jenis sesuatu berdasarkan kriteria tertentu.

Yang perlu kamu tahu:

LHO itu bersifat faktual, artinya semua informasi yang disajikan harus berdasarkan fakta yang benar-benar terjadi, bukan opini atau khayalan kamu ya!

Ciri-ciri utama LHO yang harus kamu pahami:

  • Objektif: Ditulis berdasarkan kenyataan yang ada, tanpa ada opini pribadi.
  • Universal: Objek yang dibahas bersifat umum, misalnya “kucing” bukan “kucing tetangga saya”.
  • Faktual: Berisi fakta yang bisa dibuktikan kebenarannya.
  • Sistematis: Disusun secara teratur dan runtut.
B Struktur Laporan Hasil Observasi

Nah, sekarang kita bahas strukturnya. LHO itu punya tiga bagian utama yang harus ada. Bayangin aja kayak rumah yang punya pondasi, dinding, sama atap. Semuanya penting!

1Pernyataan Umum (Klasifikasi)

Ini adalah bagian pembuka yang berisi definisi atau pengertian umum tentang objek yang kamu amati. Di bagian ini, kamu kasih gambaran besar tentang apa yang akan dibahas.

Fungsinya: Memberikan informasi umum tentang objek observasi, seperti nama ilmiah, asal-usul, atau klasifikasi umum.

2Deskripsi Bagian

Bagian ini berisi rincian detail tentang objek yang diamati. Kamu bisa jelaskan ciri-ciri fisik, jenis-jenis, habitat, perilaku, atau aspek-aspek lain yang relevan.

Fungsinya: Memberikan informasi spesifik dan terperinci tentang objek observasi secara sistematis.

3Deskripsi Manfaat/Simpulan (Opsional)

Bagian ini berisi manfaat atau kesimpulan dari objek yang diamati. Tidak semua LHO punya bagian ini, tapi ada yang menambahkannya untuk melengkapi informasi.

Fungsinya: Menyampaikan kegunaan atau penutup dari hasil observasi.

📝 Contoh Struktur LHO tentang “Gajah”:

1. Pernyataan Umum:
“Gajah merupakan mamalia darat terbesar yang masih hidup di dunia. Hewan ini termasuk dalam famili Elephantidae dan ordo Proboscidea.”

2. Deskripsi Bagian:
“Gajah memiliki ciri khas berupa belalai yang panjang dan fleksibel. Tubuhnya yang besar dapat mencapai tinggi 3-4 meter dengan berat mencapai 6 ton…”

3. Deskripsi Manfaat:
“Gajah memiliki peran penting dalam ekosistem sebagai penyebar biji dan pembentuk habitat…”

C Kaidah Kebahasaan LHO

Sekarang kita masuk ke bagian bahasa. LHO punya ciri kebahasaan khusus yang membedakannya dari teks lain. Perhatiin baik-baik ya!

1Menggunakan Frasa Nomina

Frasa nomina adalah kelompok kata yang intinya berupa kata benda (nomina). LHO banyak menggunakan frasa ini untuk menjelaskan objek secara detail.

Contoh:

  • Mamalia darat terbesar
  • Hewan herbivora pemakan tumbuhan
  • Burung pemangsa yang tangguh

2Menggunakan Verba Relasional

Verba relasional adalah kata kerja yang menunjukkan hubungan atau keadaan. Biasanya berupa kata “adalah”, “merupakan”, “ialah”, “yaitu”, “termasuk”.

Contoh:

  • Komodo adalah kadal terbesar di dunia.
  • Kupu-kupu merupakan serangga yang mengalami metamorfosis sempurna.
  • Paus termasuk dalam golongan mamalia laut.

3Menggunakan Verba Aktif Alam

Kata kerja yang menunjukkan aktivitas atau perilaku objek secara alami.

Contoh:

  • Burung hantu berburu di malam hari.
  • Kucing tidur hingga 16 jam sehari.
  • Lumba-lumba berkomunikasi menggunakan gelombang suara.

4Menggunakan Kalimat Simpleks dan Kompleks

Kalimat simpleks: Kalimat yang hanya memiliki satu struktur (satu subjek dan satu predikat).
Contoh: “Harimau adalah hewan karnivora.”

Kalimat kompleks: Kalimat yang memiliki lebih dari satu struktur.
Contoh: “Harimau adalah hewan karnivora yang hidup di hutan dan berburu pada malam hari.”

5Menggunakan Kata Ilmiah

LHO sering menggunakan istilah-istilah ilmiah atau teknis yang sesuai dengan bidang objek yang diamati.

Contoh:

  • Fotosintesis, klorofil, stomata (dalam tumbuhan)
  • Mamalia, herbivora, nokturnal (dalam hewan)
  • Ekosistem, habitat, biodiversitas (dalam lingkungan)

6Menggunakan Kata Kerja Definisi dan Deskripsi

Kata kerja yang digunakan untuk mendefinisikan dan mendeskripsikan objek.

Contoh:

  • Mendefinisikan: adalah, merupakan, ialah, yaitu
  • Mendeskripsikan: memiliki, mempunyai, terdiri dari, berupa
D Langkah-Langkah Menulis LHO

Oke, sekarang kita praktik! Bagaimana sih cara menulis LHO yang baik? Ikuti langkah-langkah berikut:

1Tentukan Objek Observasi

Pilih objek yang akan kamu amati. Bisa berupa hewan, tumbuhan, tempat, fenomena alam, atau benda. Pastikan kamu bisa mengamatinya dengan baik.

Contoh objek: Kucing, Tanaman Mawar, Pasar Tradisional, Proses Fotosintesis, Smartphone.

2Lakukan Observasi

Amati objek dengan seksama. Catat semua detail penting yang kamu temukan. Gunakan panca indera kamu untuk mengamati:

  • Penglihatan: Warna, bentuk, ukuran
  • Pendengaran: Suara yang dihasilkan
  • Penciuman: Aroma atau bau
  • Peraba: Tekstur permukaan
  • Pengecap: Rasa (jika relevan)

3Kumpulkan Data Pendukung

Cari informasi tambahan dari buku, internet, atau sumber terpercaya lainnya. Ini penting untuk melengkapi hasil observasi kamu dengan fakta-fakta ilmiah.

4Buat Kerangka Tulisan

Susun kerangka berdasarkan struktur LHO:

  • Pernyataan Umum: apa objeknya?
  • Deskripsi Bagian: ciri-ciri, jenis, bagian-bagian
  • Simpulan/Manfaat: kegunaan atau kesimpulan

5Kembangkan Kerangka Menjadi Teks Lengkap

Tulis LHO kamu dengan mengembangkan kerangka yang sudah dibuat. Perhatikan kaidah kebahasaan yang sudah kita pelajari.

6Revisi dan Edit

Baca ulang tulisan kamu. Periksa ejaan, tanda baca, dan kalimat. Pastikan informasi yang kamu tulis akurat dan tidak ada yang tertinggal.

E Contoh Lengkap LHO #1: Kucing

Kucing Sebagai Hewan Peliharaan

[PERNYATAAN UMUM]

Kucing merupakan salah satu hewan mamalia karnivora dari keluarga Felidae. Hewan ini telah menjadi hewan peliharaan manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Kucing domestik (Felis catus) adalah jenis kucing yang paling umum dipelihara di seluruh dunia. Sebagai hewan peliharaan, kucing dikenal dengan sifatnya yang mandiri namun tetap menyayangi pemiliknya.

[DESKRIPSI BAGIAN – Ciri Fisik]

Kucing memiliki tubuh yang lentur dan lincah dengan berat rata-rata antara 2,5 hingga 7 kilogram, tergantung pada ras dan jenis kelaminnya. Hewan ini memiliki ciri khas berupa kumis yang sensitif yang berfungsi sebagai sensor untuk mendeteksi gerakan dan ruang di sekitarnya. Mata kucing dilengkapi dengan lapisan pemantul cahaya yang disebut tapetum lucidum, sehingga mereka mampu melihat dalam kondisi cahaya redup. Cakar kucing dapat ditarik masuk dan dikeluarkan sesuai kebutuhan, yang berguna untuk berburu, memanjat, dan membela diri.

[DESKRIPSI BAGIAN – Perilaku]

Kucing adalah hewan yang sangat bersih dan menghabiskan banyak waktu untuk merawat bulunya dengan menjilati menggunakan lidah yang kasar. Hewan ini juga dikenal sebagai hewan nokturnal yang lebih aktif pada malam hari. Kucing berkomunikasi melalui berbagai cara, seperti mengeong, mendengkur, mendesis, dan bahasa tubuh. Suara dengkuran kucing menandakan bahwa mereka merasa nyaman dan bahagia. Sebagai hewan pemburu alami, kucing memiliki insting untuk mengintai dan menerkam mangsa, meskipun sudah dipelihara dan diberi makan secara teratur.

[DESKRIPSI BAGIAN – Jenis-Jenis]

Terdapat berbagai ras kucing dengan karakteristik yang berbeda-beda. Kucing Persia memiliki bulu panjang dan wajah yang datar. Kucing Anggora dikenal dengan bulunya yang halus dan ekornya yang lebat. Kucing Siam memiliki tubuh yang ramping dengan warna khas pada telinga, wajah, kaki, dan ekor. Selain ras murni, terdapat juga kucing kampung atau domestik short hair yang merupakan kucing lokal dengan variasi warna dan pola yang beragam.

[DESKRIPSI MANFAAT]

Kucing memberikan banyak manfaat bagi manusia, tidak hanya sebagai teman yang menggemaskan. Kehadiran kucing dapat mengurangi stres dan memberikan efek terapi bagi pemiliknya. Kucing juga berfungsi sebagai pengendali hama alami, terutama tikus dan serangga kecil di sekitar rumah. Interaksi dengan kucing dapat meningkatkan kesehatan mental dan memberikan rasa kebahagiaan. Oleh karena itu, kucing menjadi salah satu hewan peliharaan yang paling populer di dunia.

F Contoh Lengkap LHO #2: Perpustakaan Sekolah

Perpustakaan Sekolah Sebagai Sumber Belajar

[PERNYATAAN UMUM]

Perpustakaan sekolah adalah sebuah unit kerja yang merupakan bagian integral dari lembaga pendidikan sekolah yang berupa tempat mengumpulkan, menyimpan, mengelola, dan mengatur koleksi bahan pustaka secara sistematis. Perpustakaan sekolah berfungsi sebagai sumber belajar, sumber informasi, dan tempat rekreasi edukatif bagi siswa, guru, dan seluruh warga sekolah. Keberadaan perpustakaan di sekolah sangat penting untuk mendukung proses pembelajaran dan meningkatkan minat baca siswa.

[DESKRIPSI BAGIAN – Ruangan dan Fasilitas]

Perpustakaan sekolah umumnya memiliki beberapa ruangan dengan fungsi yang berbeda-beda. Ruang koleksi merupakan area utama yang menyimpan berbagai jenis buku, mulai dari buku pelajaran, buku referensi, hingga buku fiksi. Ruang baca dilengkapi dengan meja dan kursi yang nyaman agar pengunjung dapat membaca dengan tenang. Beberapa perpustakaan modern juga menyediakan ruang multimedia yang dilengkapi dengan komputer dan akses internet untuk mencari informasi digital. Area sirkulasi berfungsi sebagai tempat peminjaman dan pengembalian buku yang dikelola oleh petugas perpustakaan.

[DESKRIPSI BAGIAN – Koleksi Bahan Pustaka]

Koleksi perpustakaan sekolah sangat beragam dan disesuaikan dengan kebutuhan kurikulum dan tingkat pendidikan. Buku pelajaran meliputi semua mata pelajaran yang diajarkan di sekolah, dari Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, hingga IPA dan IPS. Buku referensi seperti ensiklopedia, kamus, dan atlas tersedia untuk membantu siswa dalam mengerjakan tugas. Koleksi fiksi mencakup novel, cerpen, dan puisi yang dapat meningkatkan minat baca siswa. Selain buku cetak, perpustakaan modern juga menyediakan e-book, majalah, jurnal, dan surat kabar sebagai sumber informasi tambahan.

[DESKRIPSI BAGIAN – Sistem Pengelolaan]

Pengelolaan perpustakaan sekolah menggunakan sistem klasifikasi untuk memudahkan pencarian buku. Sistem yang umum digunakan adalah Dewey Decimal Classification (DDC) atau klasifikasi persepuluhan Dewey yang mengelompokkan buku berdasarkan subjek dengan kode angka. Setiap buku diberi label yang berisi nomor klasifikasi, nama pengarang, dan judul buku. Proses peminjaman biasanya menggunakan sistem kartu anggota atau barcode yang dipindai oleh petugas. Perpustakaan yang sudah terkomputerisasi menggunakan aplikasi perpustakaan digital yang memudahkan pencatatan dan pencarian koleksi.

[DESKRIPSI BAGIAN – Kegiatan dan Program]

Perpustakaan sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga sebagai pusat kegiatan edukatif. Program literasi seperti pojok baca dan program satu siswa satu buku sering diadakan untuk meningkatkan minat baca. Diskusi buku atau book club memberikan kesempatan siswa untuk berbagi pendapat tentang buku yang dibaca. Perpustakaan juga menjadi tempat penyelenggaraan lomba seperti lomba menulis cerpen, resensi buku, atau cerdas cermat. Beberapa perpustakaan bahkan mengadakan kunjungan penulis atau storytelling untuk membuat suasana belajar lebih menarik.

[DESKRIPSI MANFAAT]

Perpustakaan sekolah memberikan banyak manfaat bagi penggunanya. Bagi siswa, perpustakaan menjadi sumber informasi yang lengkap untuk menunjang pembelajaran di kelas dan mengerjakan tugas. Keberadaan berbagai koleksi buku dapat memperluas wawasan dan pengetahuan siswa di luar materi pelajaran. Perpustakaan juga melatih kemandirian siswa dalam mencari informasi dan belajar secara mandiri. Bagi guru, perpustakaan menyediakan referensi tambahan untuk memperkaya materi mengajar. Secara keseluruhan, perpustakaan sekolah berperan penting dalam menciptakan budaya literasi dan meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah.

G Contoh Lengkap LHO #3: Sampah Plastik

Sampah Plastik dan Dampaknya terhadap Lingkungan

[PERNYATAAN UMUM]

Sampah plastik merupakan limbah yang berasal dari bahan polimer sintetis yang sulit terurai secara alami. Plastik telah menjadi bagian penting dalam kehidupan modern karena sifatnya yang ringan, kuat, tahan lama, dan murah. Namun, keunggulan plastik yang tahan lama justru menjadi masalah serius bagi lingkungan. Sampah plastik membutuhkan waktu ratusan hingga ribuan tahun untuk terurai sempurna, sehingga terus menumpuk di lingkungan dan menyebabkan berbagai dampak negatif bagi ekosistem.

[DESKRIPSI BAGIAN – Jenis-Jenis Sampah Plastik]

Sampah plastik dapat dikategorikan berdasarkan jenis dan penggunaannya. PET (Polyethylene Terephthalate) biasanya digunakan untuk botol minuman dan kemasan makanan. HDPE (High-Density Polyethylene) banyak ditemukan pada botol sampo, detergen, dan tas kresek. PVC (Polyvinyl Chloride) digunakan untuk pipa, kabel, dan mainan anak. LDPE (Low-Density Polyethylene) dipakai untuk plastik pembungkus dan kantong plastik tipis. PP (Polypropylene) banyak digunakan untuk wadah makanan dan sedotan. PS (Polystyrene) atau styrofoam digunakan untuk wadah makanan dan kemasan elektronik. Masing-masing jenis plastik memiliki tingkat kesulitan daur ulang yang berbeda-beda.

[DESKRIPSI BAGIAN – Sumber Sampah Plastik]

Sampah plastik berasal dari berbagai aktivitas manusia sehari-hari. Rumah tangga menghasilkan sampah plastik dari kemasan produk, kantong belanja, dan botol minuman. Industri makanan dan minuman menjadi penyumbang terbesar sampah plastik dalam bentuk kemasan sekali pakai. Sektor transportasi dan logistik menggunakan plastik sebagai bahan pembungkus barang. Kegiatan pertanian modern juga menggunakan plastik untuk mulsa dan rumah kaca. Bahkan industri fashion menghasilkan sampah plastik dari serat sintetis seperti polyester dan nylon yang terlepas saat dicuci.

[DESKRIPSI BAGIAN – Dampak terhadap Lingkungan]

Sampah plastik memberikan dampak yang sangat merugikan bagi lingkungan. Di darat, plastik mencemari tanah dan mengganggu proses pertumbuhan tanaman karena menghalangi penyerapan air dan nutrisi. Sampah plastik yang masuk ke sungai dan laut membahayakan kehidupan biota air. Banyak hewan laut seperti penyu, ikan, dan burung laut yang mati karena memakan atau terjerat plastik. Plastik di laut juga terurai menjadi mikroplastik yang dapat masuk ke dalam rantai makanan dan akhirnya dikonsumsi oleh manusia. Pembakaran sampah plastik menghasilkan gas beracun seperti dioksin yang berbahaya bagi kesehatan pernapasan manusia.

[DESKRIPSI BAGIAN – Upaya Pengelolaan]

Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi masalah sampah plastik. Program 3R (Reduce, Reuse, Recycle) menjadi strategi utama dalam pengelolaan sampah plastik. Reduce atau mengurangi penggunaan plastik dapat dilakukan dengan membawa tas belanja sendiri dan menghindari produk dengan kemasan berlebihan. Reuse atau menggunakan kembali dapat diterapkan dengan memakai botol minum yang dapat diisi ulang. Recycle atau daur ulang sampah plastik menjadi produk baru seperti tas, furnitur, atau bahan bangunan. Pemerintah juga mengeluarkan kebijakan seperti larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai di berbagai daerah. Inovasi teknologi menghasilkan plastik biodegradable yang lebih ramah lingkungan.

[SIMPULAN]

Sampah plastik merupakan permasalahan lingkungan yang serius dan membutuhkan perhatian semua pihak. Dampak negatif yang ditimbulkan terhadap ekosistem darat dan laut memerlukan penanganan yang komprehensif. Kesadaran masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik, meningkatkan daur ulang, dan memilih alternatif ramah lingkungan menjadi kunci dalam mengatasi masalah ini. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah plastik yang efektif dan berkelanjutan demi menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.

H Tips Menulis LHO yang Baik

✅ Yang Harus Dilakukan:

  • Gunakan bahasa yang formal dan baku
  • Tulis berdasarkan fakta, bukan opini
  • Susun secara sistematis dan runtut
  • Gunakan istilah ilmiah yang tepat
  • Sertakan data dan informasi yang akurat
  • Perhatikan ejaan dan tanda baca

❌ Yang Harus Dihindari:

  • Menulis opini pribadi atau perasaan subjektif
  • Menggunakan bahasa yang terlalu santai atau slang
  • Menyampaikan informasi yang tidak akurat
  • Membuat paragraf yang terlalu panjang
  • Menggunakan kata ganti orang pertama (saya, kami)
  • Menyimpulkan tanpa data yang cukup
I Penutup

Nah, sekarang kamu sudah paham kan tentang Laporan Hasil Observasi? Intinya, LHO adalah teks yang melaporkan hasil pengamatan kita terhadap suatu objek secara faktual, objektif, dan sistematis.

Ingat ya, struktur LHO terdiri dari Pernyataan Umum, Deskripsi Bagian, dan Simpulan/Manfaat. Perhatikan juga kaidah kebahasaannya seperti penggunaan frasa nomina, verba relasional, dan kata-kata ilmiah.

Yang paling penting dalam menulis LHO adalah observasi yang teliti dan penulisan yang sistematis. Semakin detail kamu mengamati, semakin bagus LHO yang kamu hasilkan. Jangan lupa untuk selalu mengecek keakuratan informasi yang kamu tulis ya!

Selamat mencoba menulis LHO! Semoga materi ini membantu kamu memahami dan membuat Laporan Hasil Observasi dengan lebih baik. Keep learning and stay curious! 📚✨

Back to top button