Materi TKA SMA

Fakta vs Opini

Membedakan kenyataan objektif dari pendapat subjektif dalam teks!

Daftar Isi

A Pengertian & Perbedaan Dasar

Perhatikan dua kalimat ini: "Jakarta adalah ibu kota Indonesia" vs "Jakarta adalah kota terbaik di Indonesia". Mana yang fakta? Yang pertama! Kenapa? Karena bisa dibuktikan kebenarannya, sementara yang kedua hanya pendapat seseorang.

FAKTA

Fakta adalah pernyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya melalui data, pengamatan, atau pengalaman nyata. Bersifat objektif (tidak dipengaruhi perasaan pribadi).

Contoh:

  • • Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945
  • • Suhu air mendidih 100°C
  • • Jarak Jakarta-Bandung 150 km

OPINI

Opini adalah pernyataan yang berisi pendapat, penilaian, atau saran seseorang. Bersifat subjektif (dipengaruhi perasaan, pengalaman, atau keyakinan pribadi).

Contoh:

  • • Kemerdekaan adalah hal paling berharga
  • • Cuaca panas sangat tidak nyaman
  • • Bandung lebih indah daripada Jakarta

Tabel Perbandingan:

Aspek Fakta Opini
Sifat Objektif Subjektif
Kebenaran Dapat dibuktikan Tidak dapat dibuktikan
Sumber Data, riset, pengamatan Pikiran, perasaan pribadi
Dapat berubah? Tidak (kecuali ada bukti baru) Ya (tergantung orang)
Fungsi Memberikan informasi Memberikan penilaian/saran

B Ciri-Ciri Fakta

Untuk mengenali fakta, perhatikan ciri-ciri berikut:

1 Dapat Diverifikasi/Dibuktikan

Kebenarannya bisa dicek melalui data, dokumen, atau pengamatan langsung.

Contoh: "Presiden Indonesia pertama adalah Soekarno."
→ Bisa dicek di buku sejarah atau dokumen resmi.

2 Mengandung Data atau Angka Pasti

Sering ada angka, tanggal, nama, atau tempat spesifik.

Contoh: "Indonesia memiliki 38 provinsi pada tahun 2024."
→ Ada data angka yang konkret.

3 Objektif (Tidak Bias)

Tidak mengandung penilaian atau perasaan pribadi.

Contoh: "Gunung Everest tingginya 8.848 meter."
→ Hanya menyatakan kenyataan, tanpa penilaian.

4 Menggunakan Kata Kerja Aktual

Kata kerja yang menyatakan kejadian nyata: terjadi, dilakukan, diumumkan, ditemukan.

Contoh: "Gempa bumi terjadi di Cianjur pada November 2022."
→ Menggunakan kata kerja aktual "terjadi".

5 Bersifat Universal (Diterima Umum)

Kebenarannya diakui oleh semua orang, tidak tergantung siapa yang membaca.

Contoh: "Air tersusun dari H₂O."
→ Kebenaran ilmiah yang universal.

C Ciri-Ciri Opini

Untuk mengenali opini, perhatikan ciri-ciri berikut:

1 Tidak Dapat Dibuktikan Benar/Salah

Hanya pendapat yang bisa berbeda-beda tiap orang.

Contoh: "Film ini sangat membosankan."
→ Bagi seseorang bosan, bagi yang lain bisa seru.

2 Mengandung Penilaian atau Saran

Ada unsur baik-buruk, bagus-jelek, harus-sebaiknya.

Contoh: "Pemerintah seharusnya lebih peduli rakyat kecil."
→ Mengandung saran "seharusnya".

3 Menggunakan Kata Penanda Opini

Kata seperti: menurut saya, mungkin, tampaknya, sebaiknya, sangat, paling.

Contoh: "Menurut saya, pendidikan gratis adalah solusi terbaik."
→ Ada penanda "menurut saya".

4 Subjektif (Tergantung Pribadi)

Dipengaruhi oleh pengalaman, perasaan, atau keyakinan individu.

Contoh: "Nasi goreng lebih enak daripada mie goreng."
→ Tergantung selera masing-masing orang.

5 Mengandung Kata Sifat Berlebihan

Kata yang melebih-lebihkan: sangat, paling, ter-, sekali, luar biasa.

Contoh: "Ini adalah novel terbaik yang pernah saya baca."
→ "Terbaik" adalah penilaian subjektif.

D Kata Penanda Fakta & Opini

Kata-kata tertentu bisa menjadi petunjuk apakah kalimat tersebut fakta atau opini:

Kata Penanda FAKTA

Kata Kerja Aktual:

terjadi, dilakukan, diumumkan, ditemukan, dicatat, dilaporkan

Kata Keterangan Waktu:

pada tanggal, tahun, jam, kemarin, hari ini

Kata Keterangan Tempat:

di, pada, dari (+ nama tempat spesifik)

Kata Bilangan:

angka, jumlah, persentase

Kata Penanda OPINI

Kata Penilaian:

baik, buruk, bagus, jelek, indah, cantik, tampan

Kata Modalitas:

mungkin, kemungkinan, tampaknya, sepertinya, bisa jadi

Kata Saran:

sebaiknya, seharusnya, harus, perlu, hendaknya

Kata Superlatif:

sangat, paling, ter-, sekali, luar biasa, terlalu

Penanda Subjektif:

menurut saya, menurutku, pendapat saya, saya rasa

⚠️ Perhatian Penting:

Tidak semua kalimat dengan kata penanda pasti fakta/opini. Kamu harus tetap melihat konteks kalimat secara keseluruhan. Misalnya, "Menurut data BPS, inflasi tahun ini 5%" → meski ada "menurut", ini tetap fakta karena mengacu pada data resmi yang bisa diverifikasi.

E Contoh Analisis Fakta & Opini

Mari Bedah Paragraf Ini!

PARAGRAF CAMPURAN:

[1] Program Makan Bergizi Gratis diluncurkan pemerintah pada Februari 2024. [2] Program ini sangat bagus untuk meningkatkan gizi anak Indonesia. [3] Target program ini mencakup 10 juta siswa SD di seluruh Indonesia. [4] Menurut ahli gizi, program seperti ini adalah langkah terbaik mengatasi stunting. [5] Data Kemenkes menunjukkan angka stunting di Indonesia mencapai 21,6% pada 2023. [6] Seharusnya program ini diperluas ke seluruh sekolah.

🔍 Klasifikasi Kalimat:

[1] FAKTA ✓

"Program Makan Bergizi Gratis diluncurkan pemerintah pada Februari 2024."

Alasan:

• Ada waktu spesifik (Februari 2024)

• Dapat diverifikasi dari sumber resmi

• Objektif, tanpa penilaian

Penanda:

• Kata kerja aktual: "diluncurkan"

• Keterangan waktu: "pada Februari 2024"

[2] OPINI ✗

"Program ini sangat bagus untuk meningkatkan gizi anak Indonesia."

Alasan:

• Mengandung penilaian subjektif

• Tidak dapat dibuktikan benar/salah

Penanda:

• Kata superlatif: "sangat"

• Kata penilaian: "bagus"

[3] FAKTA ✓

"Target program ini mencakup 10 juta siswa SD di seluruh Indonesia."

Alasan:

• Ada data angka konkret (10 juta)

• Dapat diverifikasi dari dokumen program

Penanda:

• Kata bilangan: "10 juta"

• Keterangan tempat: "seluruh Indonesia"

[4] OPINI ✗

"Menurut ahli gizi, program seperti ini adalah langkah terbaik mengatasi stunting."

Alasan:

• Penilaian subjektif dari ahli

• "Terbaik" adalah penilaian

Penanda:

• "Menurut" (penanda subjektif)

• "Terbaik" (superlatif)

[5] FAKTA ✓

"Data Kemenkes menunjukkan angka stunting di Indonesia mencapai 21,6% pada 2023."

Alasan:

• Mengacu pada data resmi (Kemenkes)

• Ada angka persentase spesifik

Penanda:

• Sumber data: "Data Kemenkes"

• Angka: "21,6%", tahun: "2023"

[6] OPINI ✗

"Seharusnya program ini diperluas ke seluruh sekolah."

Alasan:

• Berisi saran/anjuran

• Tidak dapat dibuktikan benar/salah

Penanda:

• Kata saran: "Seharusnya"

KESIMPULAN ANALISIS:

Total Kalimat: 6

Fakta: 3 kalimat ([1], [3], [5])

Opini: 3 kalimat ([2], [4], [6])

Pola: Paragraf ini campuran — menggunakan fakta untuk memperkuat argumen, lalu ditambah opini untuk memberikan penilaian dan saran.

F Cara Membedakan Fakta & Opini

Ikuti langkah praktis ini untuk membedakan fakta dan opini dalam soal TKA:

1

Tanya: "Bisa Dibuktikan?"

Apakah pernyataan ini bisa dicek kebenarannya di buku, internet, atau data? Kalau bisa = Fakta. Kalau tidak = Opini.

2

Cari Kata Penanda

Perhatikan kata kunci: angka/tanggal = Fakta, sangat/menurut saya/seharusnya = Opini.

3

Periksa Sumber

Jika ada sumber resmi/data (BPS, Kemenkes, riset) = cenderung Fakta. Jika dari pendapat seseorang = cenderung Opini.

4

Cek Ada Penilaian?

Apakah kalimat mengandung penilaian baik-buruk, saran, atau pendapat? Kalau ada = Opini.

5

Uji dengan "Apakah Semua Orang Setuju?"

Jika semua orang pasti setuju = Fakta. Jika ada yang bisa tidak setuju = Opini.

Kesimpulan:

Membedakan fakta dan opini adalah keterampilan literasi dasar yang sangat penting di era informasi. Fakta memberikan informasi objektif yang bisa dipercaya, sementara opini memberikan perspektif subjektif yang bisa berbeda-beda. Dalam teks yang baik, keduanya saling melengkapi: fakta sebagai fondasi, opini sebagai analisis. Latih terus kemampuan ini agar kamu tidak mudah termakan berita hoax atau informasi yang menyesatkan! 📚✨

Materi Sebelumnya Kembali ke Daftar