Pengembangan Diri

4 Tips Untuk Kamu yang Akan Kuliah di Luar Negeri

Apakah kamu ingin kuliah di luar negeri? Pastinya banyak orang memimpikan bisa kuliah di luar negeri dengan banyak alasan tentunya, yang pasti ingin mendapatkan pendidikan yang terbaik. Dan ada juga beberapa dari kamu yang sekarang lagi menuntut ilmu di luar negeri. Apa sih yang kamu rasakan berada di negeri orang?

Riset membuktikan bahwa 99% siswa Internasional setuju bahwa belajar ke luar negeri adalah petualangan yang menyenangkan dan memberikan dampak positif dalam jangka panjang. Saat kamu belajar ke luar negeri pastinya kamu banyak belajar hal-hal baru dan kesannnya itu seru, kamu akan mulai beradaptasi dengan bahasa yang jauh berbeda dengan bahasa kampung kamu, dikelilingi lingkungan yang berbeda dengan budaya kamu, bahkan makanan nya juga berbeda. Dan semuanya itu serba baru dan menantang. Setelah adanya kesenangan tadi, akan datang waktunya untuk menyesuaikan diri dengan semua perbedaan yang ada. Nah yang jadi masalahnya, menyesuaikan diri ini butuh waktu yang lama. Maka dari itu banyak siswa Internasional merasa homesick setidaknya sekali seminggu. Mereka juga merasa bahwa rasa rindu terhadap orang tua, keluarga dan teman-teman mempengaruhi akademik mereka.

Berikut tips untuk mengatasi masalah kamu selama belajar di luar negeri, khususnya masalah menyesuaikan diri.

Kemunginan besar akan ada banyak tantangan dan masalah yang akan kamu alami, diantaranya sebagai berikut.

1. Homesick

Apasih homesick itu? Dari penelitian psikolog dari USA, homesick adalah stress dan gangguan fungsional yang disebabkan oleh perpisahan yang sedang terjadi atau yang diantisipasi, dari rumah dan orang-orang yang signifikan, seperti orang tua, teman dan saudara. Homesick itu tidak selalu berkaitan dengan rumah, homesick sebenarnya adalah bentuk kebutuhan naluriah kamu akan cinta, perlindungan dan keamanan, hal-hal yang biasanya kamu dapatkan di rumah. Ketika hal-hal yang biasa kamu dapatkan di rumah tidak hadir dalam lingkungan kamu yang baru, maka saat itulah kamu mulai merasa homesick. Dan kamu nggak cuma merasa kehilangan rumah kamu tapi kamu juga merasa kehilangan hal-hal yang normalnya kamu lihat dan rasakan, hal yang rutin kamu kerjakan serta lingkungan sosial yang kamu lebih akrab.

Terus gimana sih cara mengatasinya? Ketika kamu merasa homesick kamu bisa mencoba menghubungi orang-orang terdekat kamu di rumah. Kamu bisa telpon orang tua kamu, teman kamu dan keluarga lainnya. Kamu bisa cerita-cerita tentang gimana kamu disana, gimana kuliah kamu. atau kamu bisa eksplore kota dan kampus kamu supaya familiar. Sebenarnya homesick itu muncul karena kita belum familiar dengan lingkungan baru yang kita tempati.

2. Culture Shock

Ini masalah baru setelah homesick. Culture shock akan terjadi ketika kamu berada di tempat baru yang budaya nya jauh berbeda dengan budaya kamu sebelumnya. Intinya sih lebih ke budaya, misalnya di Indonesia orangnya mudah senyum, dan kalau di negara lain itu bisa jadi beda. Mungkin juga di Indo orangnya kolektivis dan di luar bisa jadi lebih individualis.

Terus apa sih yang bisa kita lakukan terhadap culture shock? Hal yang bisa dilakukan adalah belajar memahami kebudayaannya. Kamu harus paham sama kebudayaan yang baru, kamu bisa belajar sebanyak mungkin tentang negara tujuan kamu. kamu bisa belajar lewat media apapun, bahkan kamu bisa mencoba ngobrol-ngobrol dengan penduduk sekitar. Dan kenali sebanyak mungkin hal yang dianggap sopan dan tidak sopan. Ini bertujuan agar kamu bisa lebih enak ketika hidup disana.

3. Perbedaan Lingkungan Fisik

Musim dan cuaca bisa jadi tantangan yang dialami oleh kamu yang ingin belajar di luar negeri. Dari hasil penelitian lebih dari setengah siswa yang belajar di luar negeri memiliki masalah dengan musim dan cuaca di negara tujuannya.

Untuk mengatasinya kamu bisa mencoba buat mengubah persepsi kamu terhadap kondisi cuaca yang berbeda di negara tersebut. Jadi respon negatif kamu terhadap perbedaan cuaca bisa diubah menjadi positif. Kamu bisa melakukan hal-hal yang menyenangkan pas musim yang berbeda itu datang, misalnya lagi musim dingin kamu bisa ngajakin teman kamu buat main bola salju bareng, ngajak teman ke rumah sambil minum yang hangat-hangat dan lain sebaginya. Intinya sih gimna cara kamu merespon dengan baik cuaca yang alam berikan padamu. Dengan begitu kamu akan merasa mendapat emosi positif setiap perubahan cuaca. Bagus atau nggak nya sesuatu itu tergantung dari persepsi kita, balik lagi gimana kita melihatnya dengan sudut pandang yang positif.

4. Manajemen Waktu

Penelitian menunjukan bahwa 40% orang yang belajar di luar negeri punya masalah dengan memanage waktu. Karena biasanya siswa Internasional tidak hanya belajar tapi juga melakukan kegiatan non akademis atau mungkin juga bekerja untuk menambah penghasilan.

Kamu bisa mengatasinya dengan cara membuat to-do list, mengerjakan sesuatu tanpa perencanaan hanya akan membuat kamu bekerja tidak efektif. Hanya akan membuat kamu membuang energi tanpa hasil. kamu justru akan kebingungan apa yang harus dikerjakan untuk hari itu. Alhasil, waktu kuliah dan bekerja pun bakal terbuang percuma.

Tidak mudah memang terutama bagi kamu yang sedang mengenyam bangku kuliah di luar negeri, akan tetapi ingatlah motivasi kamu pertama kali ketika berhasil masuk ke tempat kuliah sekarang. Dengan begitu kamu pun menjadi lebih terpacu untuk tetap semangat menjalani pendidikan di negeri orang. Kerja keras dan tekad yang kuat adalah kunci untuk tetap bertahan hidup di sana. Semangat untuk bisa survive di negeri orang.

Back to top button
error: