Pengembangan Diri

Lakukan 5 Hal ini Agar Kamu Tidak Mudah Terpancing Emosi

Apakah kamu saat marah tidak bisa mengontrol emosi kamu? Emosi sejatinya merupakan sesuatu yang normal untuk dirasakan, apapun bentuknya. Mulai dari emosi bahagia, sedih, sampai marah yang kamu rasakan. Namun, Itu menjadi sesuatu yang gak normal ketika kamu tidak bisa mengontrol diri kamu saat emosi. Ada yang marah mengeluarkan kata-kata kotor, barang-barang dihancurkan, bahkan ada yang sampai menyakiti dirinya sendiri.

Setiap orang pasti pernah merasa emosi atau marah. Terlebih ketika dihadapkan dengan persoalan hidup. Akan tetapi bagaimana sikap kamu dalam menanggapi kemarahan itulah yang berbeda.

Baca Juga: Ada Apa Dengan Perasaan Manusia (Emosi Manusia)?

kamu bisa saja memilih untuk tetap marah dan terpancing emosi, namun kamu juga bisa mengendalikannya jika berusaha. Semua pilihan ada di tangan kamu. Memilih untuk tetap marah tak terkendali sesungguhnya akan merugikan diri kamu sendiri, termasuk kesehatan.

Kenapa kebanyakan orang kehilangan kontrol dirinya pada saat marah? Bisa jadi orang tersebut punya gangguan kepribadian. Marah adalah respons wajar saat seseorang menghadapi situasi yang mengecewakan. Sayangnya, tidak semua orang bisa mengendalikan emosi negatif ini dengan baik.

Baca Juga: Cara Simple Manajemen Emosi

Terdapat beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi emosi yang berlebihan.

1. Menerima Keadaan

Alasan kenapa suatu masalah sulit diselesaikan karena mungkin kamu bersikap denial, alias menolak realitas yang ada. Salah satunya mungkin disebabkan oleh perasaan malu untuk mengakui hal itu. Maka dari itu, kamu bisa mencoba menerima keadaan dirimu. Ini bertujuan untuk memahami apa yang sebenarnya lagi kamu rasakan. Misalnya, kamu lagi merasa emosi karena masalah keluarga yang tak kunjung selesai. Nah, kamu bisa mencoba untuk menerima keadaan keluargamu itu, lewat menghindari sikap denial.

2. Identifikasi Penyebabnya

Setelah itu, kamu bisa mencoba mengidentifikasi apa penyebab dari emosi yang kamu rasakan. Entah itu karena deadline yang menumpuk, omelan dari atasan, sampai masalah dengan rekan kerja yang kamu alami. Ini bertujuan agar kamu bisa mencari langkah yang tepat untuk menghadapi hal itu. Misalnya, belakangan kamu lagi merasa stress di lingkungan tempat kamu bekerja. Kamu bisa coba identifikasi apa alasan dibalik hal itu, seperti misalnya karena deadline pekerjaan yang kian menumpuk tiap harinya.

3. Kurangi Aktivitas

Seringkali emosi yang kamu alami mungkin dikarenakan aktivitas mu yang terlalu padat. Entah itu perihal akademis, kegiatan di kampus, sampai bucin dengan pasangan tercinta. Oleh sebab itu, kamu bisa coba kurangi aktivitas yang ada, salah satunya melalui menyusun skala prioritas. Misalnya, kamu lagi merasa stress akibat terlalu banyak aktivitas di kampus. Nah, kamu bisa mencoba mengurangi aktivitas itu, melalui menyusun skala prioritas. Mulai dari penting, gak terlalu penting, serta penting tapi gak mendesak.

4. Menciptakan Gaya Hidup Sehat

Ada kalanya gaya hidup yang kurang sehat mempengaruhi pola pikir dirimu sehari-harinya. Mulai dari kebiasaan merokok, jarang berolahraga, sampai jam tidur berantakan yang kamu miliki. Maka dari itu, kamu bisa mencoba menciptakan gaya hidup yang sehat guna menjaga kesejahteraan diri, baik fisik maupun mental. Misalnya, kamu belakangan lagi sering ngantuk pas lagi jam mata kuliah di kampus. Dari situ, nilai ujianmu pun jadi anjlok, dan membuat dirimu jadi stress. Nah, kamu bisa mencoba menciptakan gaya hidup sehat untuk menghadapi hal itu. Salah satunya melalui merubah pola tidur yang kamu miliki.

5. Meminta Dukungan Kepada Orang Lain

Sebagai makhluk sosial, menjadi sesuatu yang wajar bagi kamu untuk membutuhkan orang lain sehari-harinya. Oleh sebab itu, kamu bisa mencoba meminta dukungan kepada orang lain pas lagi merasa kesulitan. Misalnya, kamu lagi merasa emosi akibat beban kuliah yang makin hari kian berat. Nah, kamu bisa mencoba meminta dukungan orang lain, seperti kepada pasangan tercinta.

Ingat, marah dan emosi bukanlah hal yang bisa kita hindari . Hal ini  merupakan sesuatu yang normal bagi kamu saat merasakannya. Oleh sebab itu, cobalah jujur dengan diri sendiri mengenai apa yang sedang kamu rasakan. Jika kesulitan bahkan menggangu kehidupan kamu, sebaiknya beranikan diri untuk menemui profesional.

Tags
Back to top button
Close