Pengembangan Diri

Inilah Penyebab Pendidikan Indonesia Buruk

Indonesia tergolong sebagai salah satu negara yang tinggi tingkat kekayaan alamnya, tetapi menempati posisi terendah jika tinjau dari kualitas pendidikan masyarakatnya. Sungguh miris jika melihat hasil peringkat pendidikan di negara Indonesia  pada survei yang dilakukan oleh PISA pada 2019 lalu menempati posisi 6 enam terendah dari 78 negara yang ada. Mengapa Indonesia bisa seburuk ini? Mengapa Indonesia tidak bisa menyamai negara lain kualitas pendidikannya ?  ya, setidaknnya negara tetangga saja. Apa penyebabnya? Dan pada artikel kali ini saya akan membahas mengapa pendidikan Indonesia bisa sebegitu buruknya.

Baca Juga: 6 Hal yang Harusnya Kita Pelajari di Sekolah

Mungkin kamu disini ada yang bertanya – tanya mengenai PISA itu apa? Yap, PISA adalah Programme Of International Student Assesment. PISA dibentuk dengan tujuan agar negara – negara dapat mengevaluasi taraf dan kualitas pendidikan di negaranya. Hal yang dinilai oleh PISA adalah proses pada siswa itu sendiri, bukan mengenai seberapa pintarnya siswa. PISA menilai seberapa siapkah siswa diusia dini dalam dunia karir. Karena dalam hidup jika kita hanya bisa menghafal saja itu tidak cukup untuk dapat bertahan hidup.

Baca Juga: 2 Alasan Penting Berpikir Kritis dan Rasional

Terdapat tiga hal yang penting di terapkan dalam sistem pendidikan, yang mana pada hal pertama ialah mengenai kesiapan siswa – siswa terhadap perkembangan dunia yang semakin maju. Apakah meraka bisa bertahan jika telah banyak suatu pekerjaan yang tergantikan oleh robot, dan apa solusi yang dapat mereka lakukan untuk bertahan hidup? Kemudian, hal yang kedua ialah mengenai kemapuan siswa dalam analisis dan berpikir dengan logika yang baik dapat mereka lakukan saat sudah lulus dari pendidikan perguruan tinggi. Sebetulnya, tidak banyak siswa yang bisa melakukan analisis dan logika berpikir yang baik, sedangkan kemampuan ini adalah fundamental  yang perlu dikuasai betul terlebih lagi dalam dunia kerja. Dan yang terakhir, apakah siswa mempunyai kapsitas lebih setelah pelulusannya untuk dapat belajar dengan terus – menerus  selama hidupnya, belum tentu bukan?

Nah, dari sekian banyak tanya – tanya pada paragraf sebelumnya.  Terdapat tiga aspek penting yang menentukan kualitas suatu pendidikan dan diukur oleh PISA ;  membaca, matematika dan sains. Yang mana membaca digunakan untuk mempelajari suatu hal, kemudian logika matematika digunakan untuk berpikir secara logika dengan baik, dan ilmu sains digunakan untuk kita memperlajari hal – hal baru yang terus berdatangan seiringan dengan perkembangan teknologi. Nah, meskipun PISA sudah berdiri dan bergerak pada perannya dalam melakukan survei pada pendidikan, ternyata telah banyak lulusan pendidikan strata 1 dan sebagainya di negara Indonesia ini.  Tetapi, banyak dari mereka yang mengalami pengangguran hanya karena jurusan mereka tidak banyak dibutuhkan oleh suatu industri. Karena semakin berkembangnya zaman maka, semakin berkembang pula teknologi yang digunakan suatu industri sehingga industri  membutuhkan suatu skill yang baru sesuai dengan dasar teknologi yang mereka gunakan. Perlu dipahami bahwasannya hal – hal yang kita pelajari disekolah dulunya itu tidak akan terpakai di industri, bahkan seperti tidak dibutuhkan oleh industri.

Dengan melihat bahwa skor PISA negara Indonesia rendah, yang artinya menjadi lulusan pendidikan formal yang tinggi tidak akan menjamin kesiapan hidupmu kelak, dan stigma dari siswa – siswi Indonesia ini letaknya pada kesiapan mereka menghadapi perkembangan dunia industri yang semakin maju dan pesat masih belum cukup dipersiapkan. Meningkatnya angka pengangguran berpendidikan di Indonesia juga dikarenakan adanya gap skill antara skill yang dibutuhkan di industri dengan apa yang dipelajari oleh masyarakat.

Maka, hal yang dapat menjadi solusi ialah dengan memperbaiki kurikulum pendidikan di Indonesia serta gurunya yang mengajar. Ada apa dengan kurikulum? Ya, indonesia masih saja menggunakan kurikulum pembelajaran yang tidak setara dengan standar kurikulum negara lain yang mana belum sesuai dengan nilai – nilai yang dibutuhkan dalam kehidupan. Disisi lain, juga diperlukan evaluasi untuk guru – guru yang mengajar disekolah agar memperbaiki cara mengajarnya sehingga memberikan pembelajaran dengan tepat.

Tetapi, kurikulum dan guru bukan menjadi dalang dari turunnya skor PISA pada suatu negara, karena tidak bisa sepenuhnya menyalahkan guru ataupun kurikulum. Coba perhatikan saja, membuat kurikulum tidaklah mudah, cukup sulit untuk membuat suatu kurikulum pendidikan karena harus melalui birokrasi yang teramat tidak mudah dan butuh proses dengan pemerintah. Kemudian, jika ingin menyalahkan guru yang mengajar ya juga tidak mungkin, karena guru juga mengajar menggunakan kurikulum yang ditetapkan serta guru juga kesulitan ingin mengajar dengan tepat sedangkan fasilitas yang masih kurang memadai dan upah yang cukup. So, overall solusi tepatnya ialah diperlukan peran semua elemen yang dalam suatu negara ialah masyarakat, pemerintah, guru dan swasta.

Semoga Bermanfaat, Arigatou.

Back to top button
error: