Pengembangan Diri

Ketika Kamu Dikhianati dan Disakiti Orang Lain

Pernah nggak sih kamu disakitin sama orang? Kita semua mungkin pernah disakiti sama orang lain. Dikhianati dan dibohongi sama orang yang kita percaya. Dan ini bisa dilakuin oleh siapapun, mungkin sama orang tua, pacar, sahabat, atau rekan kerja. Banyak lah dari kita yang mungkin pernah ngerasain kejadian yang bikin kita malah jadi susah percaya orang. Sekali nya disakiti maka akan susah mengembalikan kepercayaan kita sama orang tersebut.

Baca Juga: Cara Muda Berdamai Dengan Masa Lalu Kamu

Dan rasanya pasti sakit banget. Bayangin gimana rasanya udah percaya sama orang, eh tapi malah dikhianati. Jadinya, kita yang udah menginvestasikan waktu dan tenaga malah dikecewain. Sampai akhirnya, kadang kita juga jadi capek dan memutuskan buat gak percaya lagi. Sebenarnya rasa kecewa itulah yang merenggut kepercayaan kita.

Pernah dengar istilah ‘trust issues’? Apa sih trust issues itu? Simpelnya, trust issues itu gak percayaan sama orang. Orang yang punya trust issues cenderung punya pandangan yang pesimistis terhadap manusia. Kayak, mereka selalu beranggapan bahwa orang punya niatan buruk sama dia. Meskipun pada realitanya, sebenarnya orang nggak selalu punya niatan buruk.

Baca Juga: Ketika Kamu Putus Asa dalam Hidup

Kenapa orang bisa trust issue? Nah, biasanya, penderita trust issue itu punya pengalaman yang kurang menyenangkan sebelumnya. Atau, bisa jadi trust issues-nya disebabkan oleh rasa takut dan trauma. Dan akhirnya mereka yang trust issue pun memilih langkah sederhana, yaitu simple gak usah percaya lagi aja sama orang untuk menghindari rasa sakit dan kekecewaan yang kerasa negatif banget buat dia.

Ada nih beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi trust issues.

1. Refleksikan pengalaman buruk dan belajar mengikhlaskannya

Pasti sakit rasanya mengalami peristiwa ketika orang memperlakukan kamu dengan buruk. Wajar kalau itu membuat kamu marah, sedih, dan jadinya gak percaya lagi sama orang. Tapi sekali lagi, peristiwa itu sudah terjadi. Mau bagaimanapun kamu tidak akan bisa merubah takdir. Dan ketika itu sudah terjadi, kamu tidak bisa memutar waktu untuk mngubah kejadian itu. Mau membenci orang yang melakukannya terus-terusan juga nggak baik buat diri kamu. Pada akhirnya, memang peristiwa itu perlu kita ikhlaskan. Kamu boleh marah dan sedih, tapi jangan berlarut-larut.

Terimalah kekesalan yang kamu rasakan sebagai hal yang manusiawi. Setelah itu, ikhlaskanlah peristiwa tersebut. Memang berat sih, tapi ini adalah step awal yang penting. Supaya kita nggak dipenuhi dengan kebencian, rasa pengen balas dendam, dan berbagai perasaan negatif lainnya. Terima masa lalu kamu, dan sambut masa depan yang pastinya bakal penuh dengan kejutan menarik lainnya yang kamu alami.

2. Move On

Apa yang terjadi di masa lalu biarlah ada di masa lalu. Sekarang, kita coba fokus dengan hal yang bisa dilakukan sekarang yang akan berdampak baik untuk kamu di masa depan. Apa nih tujuan hidup yang dulu sempet kamu lupakan karena nggak bisa move on dari kejadian masa lalu?

Lakukan hal yang kamu suka, kenalan sama orang baru, jalani hobi baru, travelling, nongkrong sama temen. Banyak hal yang selama ini mungkin nggak sempet kamu lakukan. Dan cara move on paling ampuh, lakukan itu sekarang, apapun itu. Coba fokuskan diri kamu ke masa depan, dan jadikan masa lalu sebagai guru terbaik untuk lebih baik di masa depan.

3. Belajarlah dari pengalaman

Mungkin setelah kejadian itu akhirnya kita tersadar bahwa kita pernah berbuat kesalahan, entah percaya dengan orang yang salah, atau komunikasi yang negatif. Tapi, balik lagi ke poin sebelumnya. Jadikan kesalahan yang kamu perbuat sebagai sarana untuk introspeksi dan evaluasi diri. Sambutlah masa depan dengan excited. Tapi inget jangan berekspektasi terlalu tinggi.

Fokuslah pada tujuan dan jalani dengan optimis. Kalau tujuannya tercapai, ya kamu bersyukur, kalau nggak, terima dan lakukan evaluasi diri. Kembali lanjutkan hidup. Jika kamu merasa memiliki kecenderungan untuk sulit percaya pada orang lain karena trauma atau sudah dikecewain, tentu hal tersebut akan terasa mengganggu dan menyulitkan. Nah, untuk menghadapi hal ini, kamu bisa belajar untuk mengubah pola pikir agar lebih positif. Tentu hal ini tidak mudah, tetapi bukan mustahil untuk dilakukan. Cobalah perlahan melupakan rasa sakit itu seiring berjalannya waktu.

Back to top button
error: