Pengembangan Diri

Tanda Tanda Kamu Sedang Stres

Tanda Kamu Sedang Stres – Ada nggak sih orang menjalani hidup tanpa pernah tress? Mungkin stres sudah menjadi bagian dari hidup. Entah itu karena masalah besar atau bahkan masalah kecil pun kalau berlarut-larut gak selesai bisa bikin kita stres juga bukan. Stres sebenarnya adalah sesuatu yang wajar di kehidupan kita, stres adalah respon otak dan tubuh kita terhadap setiap perubahan. Tubuh bereaksi terhadap perubahan ini dengan tanggapan emosional, fisik, dan mental.

Baca Juga: 2 Cara Ampuh Mengatasi Stres

Sejatinya, stress merupakan hal yang wajar buat kamu rasakan, guna memotivasi dirimu untuk jadi lebih baik. Namun, jika berlebihan, itu bisa membawa dampak negatif terhadap kesejahteraan dirimu.

Kalo kamu pernah begitu, tandanya kamu mungkin mengalami emotional burnout. Tentunya itu gak bisa dibiarkan begitu saja, sebab dapat mengganggu kehidupan kamu sehari-hari.

Apa Itu Emotional Burnout? Emotional burnout, atau kelesuan emosional adalah suatu keadaan psikologis negatif yang kamu alami dalam berkehidupan sehari-hari. Ini biasanya ditandai oleh gejala fisik, tingkah laku, serta proses kognitif yang kamu miliki. Selain itu, emotional burnout juga membuat kamu jadi lebih sensi, alias mudah terpancing emosinya.

Baca Juga: 3 Cara Mudah Mengelola Stress

Saat mengalami emotional burnout, biasanya kamu bakal merasa kehabisan energi buat mengerjakan suatu hal. Entah itu mengerjakan tugas kuliah, deadline pekerjaan, sampai menjalin hubungan dengan orang lain. Hal itu dikarenakan akumulasi stress yang kian menumpuk sehari-harinya, sehingga membuatmu lelah secara mental. Alhasil, akumulasi itulah yang menyebabkan emotional burnout dalam diri kamu.

Seringkali mungkin kamu gak menyadari jika dirimu mengalami burnout dalam sehari-hari. Hal itu dikarenakan gangguan satu ini merupakan sesuatu yang tak terlihat tapi dapat dirasakan. Berikut tanda-tanda emotional burnout.

1. Merasa Lelah yang Terus Menerus

Perasaan lelah merupakan sesuatu yang normal untuk dialami dengan rutinitas hidup yang kamu jalani sehari-hari, rasa nya energi kamu terkuras dan membuat kamu lelah berkepanjangan. Sebab ada kalanya mungkin tenaga kamu terbatas. Namun, jika terus menerus, ini merupakan sesuatu yang patut kamu waspadai. Dari situ, kamu mungkin jadi gak nafsu makan, susah berkonsentrasi, sampai pola tidur yang berantakan. Hal ini bisa mengganggu kesehatan kamu.

2. Emosi yang Tidak Stabil

Emosi sejatinya merupakan sesuatu yang normal untuk dirasakan, apapun bentuknya. Mulai dari emosi bahagia, sedih, sampai marah yang kamu rasakan. Namun, Itu menjadi sesuatu yang gak normal ketika emosi kamu mudah berubah-ubah. Misalnya, yang awalnya lagi merasa bahagia, tiba-tiba sedih tanpa alasan yang jelas. Saat kamu berada di keramaian lagi happy bareng teman, tiba-tiba aja kamu teringat sesuatu dan membuat kamu jadi sedih. Emosi kamu bisa berubah secara tiba-tiba.

3. Menurunnya Interaksi Sosial

Interaksi sosial merupakan sesuatu yang dibutuhkan bagi setiap kamu dalam menjalani kehidupan. Mulai dari interaksi dengan keluarga, teman-teman, sampai pasangan yang kamu miliki. Oleh sebab itu, kamu perlu waspada jika kamu merasa interaksi sosial mu menurun. Misalnya, yang biasanya senang nongkrong, ngumpul bareng teman, belakangan jadi males buat keluar rumah.

4. Kehilangan Harapan Akan Suatu Hal

Harapan bisa dibilang sebagai sesuatu yang penting bagi kamu dalam mencapai suatu hal. Melalui itu, kamu jadi termotivasi untuk melakukan yang terbaik guna mencapainya. Maka dari itu, kamu patut waspada jika belakangan merasa kehilangan harapan akan suatu hal. Misalnya, seperti kehilangan harapan mengena karir kamu di masa depan. Terkadang harapan dibutuhkan untuk mencapai tujuan hidup.

Terdapat beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi emotional burnout.

1. Menerima Keadaan

Alasan kenapa suatu masalah sulit diselesaikan mungkin karena kamu menolak realitas yang ada. Salah satunya mungkin disebabkan oleh perasaan malu untuk mengakui hal itu. Maka dari itu, kamu bisa mencoba menerima keadaan dirimu, termasuk emotional burnout yang lagi kamu rasakan. Ini bertujuan untuk memahami apa yang sebenarnya lagi kamu rasakan. Harapannya, menerima keadaan dapat membantumu menghadapi emotional burnout dengan baik.

2. Identifikasi Penyebabnya

Setelah itu, kamu bisa mencoba mengidentifikasi apa penyebab dari emotional burnout yang kamu rasakan. Entah itu karena deadline yang menumpuk, omelan dari atasan, sampai masalah dengan rekan kerja yang kamu alami. Ini bertujuan agar kamu bisa mencari langkah yang tepat untuk menghadapi hal itu. Misalnya, belakangan kamu lagi merasa burnout di lingkungan tempat kamu bekerja. Kamu bisa coba identifikasi apa alasan dibalik hal itu, seperti misalnya karena deadline pekerjaan yang kian menumpuk tiap harinya.

3. Kurangi Aktivitas

Seringkali emotional burnout yang kamu alami mungkin dikarenakan aktivitas mu yang terlalu padat. Entah itu perihal akademis, kegiatan di kampus, sampai bucin dengan pasangan tercinta. Oleh sebab itu, kamu bisa coba kurangi aktivitas yang ada, salah satunya melalui menyusun skala prioritas. Misalnya, kamu lagi merasa burnout akibat terlalu banyak aktivitas di kampus. Nah, kamu bisa mencoba mengurangi aktivitas itu, melalui menyusun skala prioritas.

4. Meminta Dukungan Kepada Orang Lain

Sebagai makhluk sosial, menjadi sesuatu yang wajar bagi kamu untuk membutuhkan orang lain sehari-harinya. Oleh sebab itu, kamu bisa mencoba meminta dukungan kepada orang lain saat lagi merasa kesulitan. Misalnya, kamu lagi merasa emotional burnout akibat beban kuliah yang makin hari kian berat. Nah, kamu bisa mencoba meminta dukungan orang lain untuk penyemangat diri supaya tidak lelah. Jika berbagi cerita degan orang lain sedikit banyaknya bisa mengurangi beban pikiran kamu. Jangan malu untuk berbagi cerita jika dirasa kamu tak sanggup menampungnya sendiri. Ingat, emotional burnout bukanlah suatu hal memalukan  yang harus kamu tutup-tutupi sehari-harinya. Hal ini  merupakan sesuatu yang normal bagi kamu saat merasakannya. Oleh sebab itu, cobalah jujur dengan diri sendiri mengenai apa yang sedang kamu rasakan. Berilah dukungan serta motivasi untuk diri kamu.

Back to top button
error: